Unsultra Laksanakan e-Sport National Tournament

6
Rektor Unsultra, Prof Dr Ir Andi Bahrun saat membuka e-Sport National Tournament.

 

KENDARI – Perkembangan teknologi sekarang sangat banyak mempengaruhi dunia saat ini, terutama dalam segi olahraga. Seperti permainan Free Fire yang digandrungi saat ini, permainan ini telah diakui menjadi olahraga digital.

Melihat mayoritas pencita Game Free Fire sangat banyak di Indonesia khususnya di Sulawesi Tenggara (Sultra), maka Universitas Sulawesi Tenggara (Unsultra) mengadakan pertandingan e-Sport National Tournament untuk mewadahi para mahasiswa yang mempunyai bakat dibidang tersebut serta lebih memperkenalkan Unsultra di tingkat Internasional.

Ketua ESI Sultra, Brigjen TNI Aminullah mengungkapkan, dengan adanya organisasi atau kepengurusan e-sport Unsultra ini, sangat berkaitan dengan regulasi-regulasi yang berkaitan dengan game. Kerena apa bila game ini tidak terkendali maka akan berdampak buruk. Untuk itu ia menginkan agar Unsultra lebih mengembangkan kegiatan-kegiatan seperti ini bukan hanya di lingkungan kampus tetapi di luar kampus juga.

“Namun demikian saya berharap kegiatan ini bisa dikendalikan dengan baik khusnya di lingkungan keluarga. Karena kita tahu kegiatan game ini dimaikan pada semua kalangan, namun yang banyak di kalangan remaja maupun anak kecil. Mudah-mudahan ini tidak menghalangi proses kegiatan belajar sehingga apa yang dicita-citakan bisa tercapai. Dan mudah-mudahan juga dengan adanya kegiatan ini bisa memunculkan atlet yang baru yang bisa bersaing di kancah dunia,” inginnya.

Sementara itu, Rektor Unsultra, Prof Dr Ir Andi Bahrun mengatakan, game ini telah menjadi olahraga elektronik ini sebagai fokus utama untuk dikembangkan. Unsultra terus mencari dan membina hoby dan minat mahasiswa agar terwadahi dan terbina dengan baik serta bisa berprestai pada berbagai tingkatan salah satunya dengan esport Free Fire international tournament.

“Saya atas nama sivitas akademika menyampaikan terima kasih atas respon dan dukungan pihak Koni Sultra dan ESI Sultra terhadap kegiatan/tournament e-sport yang diselenggarakan oleh adikadik BEM, semoga dimasa mendatang kualitas pelaksanaannya semakin baik,” ujarnya.

Prof Andi Bahrun menginginkan agar Ketua BEM Unsultra segra merencanakan forum ilmiah secara firtual terkait prospek perkembangan esport agar masyarakat lebih mengenal terutama terkait manfaat dan propek pengembangnya. Ia juga berharap komunitas esport Unsultra terus berkembang dan berprestas sehingga pada saatnya bisa berkarir di ranah profesional dan bisa melahirkan gamers berbakat di Sultra dan Indonesia.

“Saya juga mengharapkan para gamers terutama mahasiswa tetap menjadikan yang prioritas adalah studi kurikuler sedangkan e-lsport adalah kegiatan kookurokuler. Artinya ada waktu main game, ada waktu belajar, ada waktu bekerja, ada waktu beribadah dsb. Tunjukan bahwa adik-adik dan para gamer tetap berperestasi dalam bidang pendidikn dan segala medan pengabdiannya. Tunjukkan bahwa melalui esport terbina jiwa sportivitas, solidaritas, persatuan dan kesatuan serta nasionalisme,” inginnya.

Di sisi lain, Ketua Penyelenggara, Adi Maliano merangkan, kegiatan turnamen ini bertujuan untuk mempromosikan kampus Unsultra di tingkat Provinsi maupun Nasional. Lalu untuk meningkatkan skill olahraga esport kepada pemuda-pemuda Sultra ketika untuk meningkatkan bakat pemain dan peserta dalam permainan. Serta untuk menunjukkan bahwa permainan game ini tidak selamanya negatif.

“Itu pesertanya sendiri terdiri dari 24 Group terdiri dari tingkatan SMA Mahasiswa dan Umum. Selain itu ada juga peserta grup yang berasal dari luar Sultra seperti Jakarta dan Sulawesi Selatan. Selaian itu juga rencananya kita akan mendesain dan konsepkan lagi untuk pertandingan antara usia dini guna merangsang esport dikalangan usia dini, tetapi mungkin kita prioritaskan untuk tingkat SD,” pungkasnya. (cr5/b/efn)

Komentar Pembaca
.