Massa NKRI Macetkan Jalan Raya Konut

181
Massa NKRI di Kecamatan Asera, sedang menuju lokasi deklarasi. Foto: Iwal Taniapa/Rakyat Sultra.

 

WANGGUDU – Massa pendukung bakal calon bupati dan wakil bupati, Raup Iskandar-Iskandar Mekuo membuat jalan raya Kabupaten Konawe Utara (Konut) macet.

Pantauan Rakyat Sultra di Wanggudu, pendukung yang mengatasnamakan Nurani Kami Raup Iskandar (NKRI) itu membuat jalan raya di Konut macet, bahkan sesak di beberapa titik.

Awalnya, NKRI yang berdomisili di sekitar ibukota Konut, mulai konvoi sejak pagi hari Minggu (6/9/2020) dengan kendaraan roda dua, roda empat, bahkan truk tronton terbuka. Jalan di depan masjid raya Wanggudu macet selama kurang lebih satu jam. Polisi tampak kerepotan mengatur lalu lintas.

Selang beberapa menit, ribuan massa yang berasal dari Kecamatan Landawe, Oheo, Langgikima, dan Wiwirano datang ke posko utama dengan kendaraan masing-masing. Mereka menyanyikan yel-yel sambil membawa atribut partai dan Paslon.

Salah satu pengguna jalan, Narto yang melintas dari arah Kendari menuju Wanggudu, menceritakan bahwa jalan raya penuh sesak, terutama di Kecamatan Lembo, Lasolo dan Molawe.

“Selama saya lihat deklarasi, mulai dari Koltim, Konsel, sudah disini paling rame,” ujar Narto terkejut.

Sementara itu, Raup Iskandar melakukan pendaftaran ke KPU pukul 13.00 hingga 15.00 Wita, lalu ke tempat deklarasi di Lapangan Lahimbua, Kecamatan Andowia.

Selesainya kegiatan sekira pukul 17.30 Wita, massa kembali memadati jalan raya. Kepolisian bersama TNI mengamankan jalannya lalu lintas di sekitar tempat deklarasi.

Ketua Relawan NKRI, Rasmin Kamil, yang diwawancarai usai deklarasi, menjelaskan bahwa massa pendukung dibagi menjadi empat zona. Pertama, massa dari zona timur, terdiri dari masyarakat Kecamatan Motui, Sawa, Lembo, Wawolesea, Lasolo Kepulauan, dan Lasolo, melakukan perjalanan dari Motui pukul 08.30 Wita.

“Massa dari zona satu itu, berkumpul di Lapangan Kecamatan Molawe, lalu menuju lokasi Deklarasi di Andowia. Mereka tiba sekira pukul 12 siang,” kata Rasmin.

Kedua, zona barat, terdiri dari Kecamatan Wiwirano, Landawe, Langgikima dan Oheo. Mulai perjalanan pukul 09.00 Wita. Mereka kumpul di pertigaan Langgikima, menuju Asera lalu ke lokasi deklarasi siang hari.

Ketiga, zona tengah, masyarakat Kecamatan Andowia, titik kumpul bundaran Andowia. Rombongan menyempatkan diri singgah di posko NKRI Lambudoni dan Ambake.

Terakhir, zona empat, Kecamatan Asera, titik kumpul di bundaran Kelurahan Wanggudu, menyambangi posko utama NKRI, depan masjid raya Wanggudu, lalu menuju lokasi deklarasi pada siang hari.

Rasmin Kamil mengungkapkan bahwa dari empat zona itu, estimasi jumlah massa yakni 10.000 ribu. Namun berdasarkan pengamatannya, total pendukung melebihi target.

“Terima kasih kepada pendukung, mohon jika pulang ke rumah, sampaikan ke keluarga untuk mendukung Raup Iskandar,” tutupnya. (p1/b/aji) 

Komentar Pembaca
.