Sultra Masuk Daftar 15 Provinsi Terbaik Tangani Covid-19

44
Ridwan Badallah

 

KENDARI – Berdasarkan data per 19 Agustus 2020, satuan tugas penanganan covid nasional menerbitkan daftar 15 provinsi yang memiliki tingkat kesembuhan pasien covid di atas rata rata nasional. Sulawesi Tenggara menjadi salah satu provinsi yang masuk dalam daftar tersebut, dengan tingkat kesembuhan 69,76% dan presentase kematian 1,48% dibawah rata-rata nasional sebesar 4,44% dan dunia sebesar 3,50%.

“Kendati demikian, Presiden Joko Widodo menginstruksikan agar semua pemimpin daerah memperkuat ketahanan dan pengendalian covid-19 menjadi fokus serta konsentrasi maksimal. Selain penerapan protocol kesehatan secara ketat, presiden mengingatkan untuk mempercepat belanja APBD, terutama yang berkaitan dengan belanja modal, belanja barang dan belanja bantuan sosial sehingga ekonomi daerah kembali pulih,” kata Gubernur Sultra saat ekspose dua tahun memimpin Sultra bersama Lukman Abunawas di Hotel Claro, Sabtu pekan lalu (5/9/2020).

Pasangan berakronim AMAN ini terus berperang melawan virus mematikan asal Wuhan, China ini. Menyediakan anggaran melalui APBD dengan melakukan refocussing, dan berbagai kegiatan lain yang bisa menghambat laju covid-19.

Terkait mengapa Sultra masuk salah satu dari 15 provinsi terbaik menangani Covid-19, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sultra, Ridwan Badallah menjelaskan secara detail. Pemprov Sultra katanya sudah banyak melakukan bagaimana mencegah covid-19 ini menyebar.

“Seperti, memastikan agar seluruh rumah sakit daerah/rumah sakit swasta di Sultra memiliki ketersediaan alat kesehatan dan alat kedokteran untuk penanganan covid-19 sesuai dengan standar dari Kementerian Kesehatan. Pemprov Sultra telah menganggarkan rekrutmen hingga pemberian insentif bagi dokter dan tenaga kesehatan lainnya sebesar Rp20 miliar sebagai wujud apresiasi kepada tenaga kesehatan yang telah mempertaruhkan hidupnya untuk merawat pasien covid 19,” jelasnya.

Menurut Ridwan, khusus untuk mengatasi pasien covid 19, Pemprov Sultra membangun dan menyiapkan ruang isolasi khusus di Balai Pelatihan Kesehatan, RS Bahteramas dan RS Jiwa, serta merehabilitasi SMAN 2 Konawe Selatan menjadi pusat isolasi mandiri dengan segala kelengkapannya.dalam waktu singkat.

Pemprov Sultra juga katanya mengatur distribusi dan pemberian bantuan bagi masyarakat yang terdampak covid-19. “Jaminan pemenuhan kebutuhan pokok, terutama beras selama masa pandemi covid 19 di berikan Pemprov Sultra melalui Dinas Ketahanan Pangan kepada 150.500 kk masyarakat di seluruh kabupaten/kota se-Sultra dengan jumlah 2,7 ton beras,” sebutnya.

“Dampak ekonomi akibat pandemi covid-19 juga mendorong Pemprov Sultra memberi bantuan kepada 1.250 orang nasabah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) milik provinsi yang terdampak langsung covid 19 di seluruh wilayah Sultra,” ucap Ridwan Badallah.

Selain itu, Pemprov juga memberikan bantuan bagi pedagang kaki lima dan asongan, bantuan sembako di berikan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan dengan total anggaran Rp7.600.000.000. Perhatian lainnya diberikan pemerintah provinsi melalui pemberian stimulus berupa penguatan modal usaha kepada pelaku UMKM dan mikro yang terkena dampak ekonomi akibat covid 19 dengan nilai total Rp 10.800.000.000.

“Khusus di bidang pertanian, pemerintah provinsi melalui badan ketahanan pangan memberikan 417,150 kg pupuk NPK untuk petani /poktan terdampak covid-19. 2,781 hektare lahan di 5 daerah yakni Kabupaten Konawe, Konawe Selatan, Kolaka Timur, Bombana dan Kolaka,” sebutnya.

Di waktu yang bersamaan, ketukan rasa kemanusiaan dan panggilan hati nurani yang timbul saat pandemi mewabah mendorong ketua tim Penggerak PKK Provinsi Sultra untuk turun langsung, melihat dan memastikan apakah masyarakat yang terdampak covid-19 sudah menerima bantuan yang diberikan oleh pemerintah.

Selain memberikan bantuan kepada masyarakat di seluruh wilayah Sultra, secara khusus ketua Tim Penggerak PKK Sultra juga menyerahkan secara langsung 500 paket bantuan dan 1.000 karung beras kepada masyarakat di Desa Labungga, Andowia, Laronanga, Puuwuonua, dan Desa Puusuli, Kabupaten Konawe Utara.

Hingga 24 Agustus 2020, Gugus Tugas covid 19 Sultra telah menyalurkan 48.308 set APD/alat pelindung diri, 22.307 masker n-95, 1.024.660 masker bedah, 361.900 sarung tangan non steril, dan 109.955 alat rapid tes ke seluruh kabupaten/kota se-Sultra.

Sejumlah inovasi juga di lakukan pemerintah dengan melibatkan masyarakat maupun industry kecil menengah melalui pendampingan dinas perindustrian dan perdagangan seperti pembuatan hand sanitizer dengan bahan baku alami di Kabupaten Konawe Selatan dan Kabupaten Muna, hingga pembuatan jamu herbal di Kolaka Timur untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam upaya mencegah penularan virus covid 19.

“Kerja keras tim gugus tugas covid 19 Sultra tidak sia-sia dan terbayarkan dengan di dapuknya Sultra sebagai peringkat pertama untuk pelayanan pembagian alat kesehatan dan sistem pelaporan harian serta peringkat kedua dalam kegiatan edukasi masyarakat dan penyemprotan disinfektan,” katanya

Selain program yang menyentuh langsung masyarakat, Pemprov Sultra kata Ridwan pernah meraih peringkat dua nasional versi mabes Polri dalam penanganan Covid-19 dibawah Jawa Barat.

“Sekarang mari kita semua terus mengampanyekan agar masyarakat sadar akan protokol kesehatan. Semua berperan, bukan hanya pemerintah daerah dalam hal ini gubernur. Meski pemerintah getol mengampanyekan wajib protokol kesehatan, kalau masyarakatnya tidak sadar, maka kerja-kerja pemerintah semua akan sia-sia,” ucapnya. (aji)

Komentar Pembaca
.