-IKLAN-

Amrullah Beber Manfaat Program Beasiswa di Masa Mendatang

33

 

Calon Bupati Konkep, Ir H Amrullah MT saat safari politik di Nambo Jaya, Kecamatan Wawonii Tenggara, Sabtu (17/10/2020). Foto: Karim/Rakyat Sultra.

 

LANGARA – Ir H Amrullah MT dan Andi Muh Lutfi SE MM terus melakukan safari politik di Pulau Wawonii. Terhitung 18 hari telah menyambangi sejumlah titik kampanye, kali ini Desa Nambo Jaya, Kecamatan Wawonii Tenggara yang dikunjunginya, Sabtu (17/10/2020).

Di sana alumni magister teknik transportasi UGM menyampaikan beberapa strategi membangun Pulau Wawonii dan manfaat program beasiswa di masa mendatang.

Katanya, ada tiga asas yang diterapkan untuk membangun Pulau Wawonii. Pertama, asas manfaat, karena apapun yang dibangun katanya harus bermanfaat untuk masyarakat. Kedua, asas keadilan, setelah adil harus bermanfaat untuk seluruhnya dan yang ketiga asas keberlanjutan.

“Kami, suatu waktu akan meninggalkan kursi itu, kalau Allah menghendaki kami dua periode hanya tiga setengah tahun. Kecuali ada lagi aturannya menjadi lima tahun, kami akan tinggalkan itu. Tetapi sudah ada dasar yang kami letakan untuk generasi-generasi Kabupaten Konawe Kepulauan bagaimana mereka bisa teruskan pembangunan dengan baik,” katanya.

Bagaimana supaya itu tercapai sambung H Amrullah, maka program beasiswa wawonii cerdas adalah solusi untuk mempersiapkan generasi emas karena melalui program ini akan lahir berbagai macam disiplin ilmu, ada jurusan kedokteran, teknik informatika, keperawatan, teknik sipil, sosial, pertanian, pendidikan dan jurusan ekonomi.

“Mereka suatu waktu ketika kembali ke Konkep untuk mengabdi akan menjadi sebuah kekuatan yang dahsyat untuk membangun dan mensejahtekan seluruh masyarakat Wawonii di kemudian hari,” bebernya.

Tak hanya itu, ia juga memberikan klarifikasi tentang tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya, bahwa selama memimpin tidak membangun daerah. Diakuinya memang bahwa siapapun yang memimpin itu tetap akan membangun namun dengan strategi yang berbeda.

“Katanya kalau mereka yang memimpin mau langsung teraspal, sayapun yang memiliki disiplin ilmu teknik transportasi tidak seperti itu, kalau mereka bisa lakukan maaf saya mau berguru sama mereka,” katanya.

Ia memberikan ilustrasi, andaikan orang lain yang menjadi Kadis PU dan Bupati depinitif pertama kemungkinan jembatan Lansilowo dan Jembatan Mosolo bukan seperti itu bentuknya, jembatan berdesain “prestress”.

“Ingat jembatan Lansilowo yang patah. Pasti bapak ibu saya yakin pernah lewat ke sana. Panjang 50 meter, dibuat dua bentang karena istilah tekniknya beton konvensional maksimal panjangnya 25 meter tidak boleh lebih, dibuat dua bentang ada tiang tengah, susah pekerjaanya,” urainya mengingatkan.

Ketika H Amrullah saat itu menjadi Kadis PU pertama kalinya tahun 2014, ia mengaku langsung mengkaji itu. Alhasil katanya diputuskan untuk merencanakan dan mendesain jembatan prestress 40 meter.

“Itu keahlian saya, Waktu itu orang PU susah, Kabid Bina Marga mencari reverensi ke mana-mana, saya perintahkan berangkat ke Amonio Lainea ada jembatan APBN yang baru kami bangun 40 meter bentangnya satu bentang saja karena itu menggunakan beton mutu tinggi, sama dengan jembatan Mosolo. Itulah manfaat sebuah kajian teknis supaya efektifitas pemanfaatan anggaran kita benar-benar maksimal,” tandasnya mengilustrasikan. (r2/b/aji)

Komentar Pembaca
.