Kisah Pilu Anak Petani Lanjutkan Pendidikan Berkat Beasiswa Wawonii Cerdas

111
Jarman Alkindi saat memberikan testimoni beasiswa di kampanye Paslon Ir H Amrullah MT dan Andi Muh Lutfi SE MM (BerAMAL) di Desa Sinaulu Jaya, Kecamatan Wawonii Tenggara, Jumat (8/10/2020). Foto: Karim/Rakyat Sultra

LANGARA – Terlahir dari keluarga petani yang memiliki keterbatasan ekonomi, Jarman Alkindi hampir pupus semangatnya untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi, setelah dirinya menamatkan pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Kendari. Dia diselamatkan beasiswa Wawonii Cerdas.

Cita-cita yang digantungkan seperti anak-anak lainnya, hilang. Apalagi kala itu ibunya sebagai pendorongnya sudah meninggal sejak ia duduk dibangku kelas enam sekolah dasar.

“Tahun 2010 orang tua saya meninggal saat itu saya masih kelas enam SD. Kemudian bapak saya kembali menikah lagi. Sementara saya tinggal bersama nenek,” kisah Jarman Alkindi saat memberikan testimoni kampanye paslon BerAMAL, Jumat (8/10) di Desa Sinaulu Jaya, Kecamatan Wawonii Tenggara.

Setelah selesai menamatkan sekolah dibangku SMK, yang terlintas dipikirannya tak ada lain bagaimana ia melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi. Sementara dia tahu bahwa keluarganya memiliki keterbatasan ekonomi.

Satu-satunya yang diharapkan saat itu, hasil panen cengkih. Tetapi itu jauh dari apa yang diharapkan, hasil panen cengkih orang tuannya, dan kebanyakan warga Mosolo Raya, Kecamatan Wawonii Tenggara berkurang akibat kemarau panjang yang melanda Konkep tahun 2017.

“Saat itu, niat saya untuk kuliah diurungkan tapi ada yang membuat semangat saya bangkit kembali untuk melanjutkan sekolah yaitu karena adanya program beasiswa Wawonii Cerdas yang diprogramkan oleh Ir H Amrullah MT dan Andi Muh Lutfi SE MM,” bebernya.

Menurut Jarman program itu merupakan bentuk perhatian H Amrullah dan Andi Muh Lutfi terhadap dirinya dan seluruh putra-putri Wawonii untuk bersekolah. Saat ini sambung Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian UMK itu, putra-putri Wawonii tidak punya alasan lagi untuk tidak melanjutkan pendidikan.

“Andaikan tidak ada program beasiswa ini mungkin saya sudah akan jadi nelayan. Ikut kapal rawe mencari nafkah untuk menghidupi keluarga,” terangnya, dengan meneteskan air mata.

Jarman Alkindi membandingkan pula program beasiswa di 17 kabupaten/kota di Sultra. Konkep satu-satunya kabupaten yang berani menganggarkan Rp6,5 miliar untuk program beasiswa mulai dari jenjang pendidikan strata satu (S1) sampai program doktoral (S3).

“Untuk Mosolo Raya berdasarkan data mahasiswanya berkisar 80 orang. Dari jumlah ini orang tuanya berbagai macam latar belakang pekerjaan, seperti nelayan dan petani,” bebernya.

Cita-cita luhur mereka lanjutnya tidak bisa disepelehkan, karena itu ia mengajak untuk mempertahankan kepemimpina Ir H Amrullah MT dan Andi Muh Lutfi SE MM untuk melanjutkan kepemimpinannya ke depan.

“Andi mungkin orang tua saya PNS mungkin bisa melanjutkan pendidikan dengan biaya pribadi. Tapi saya tidak lahir dari orang tua PNS,” katanya.

Menyinggung soal persaingan Sumber Daya Manusia (SDM) kata Jarman, putra-putri Wawonii tak kalah bersaing dengan putra-putri yang ada di daerah lain, buktinya dirinya mampu terpilih sebagai Ketua BEM Fakultas Pertanian Universitas Muhammadyah Kendari.

“Ada juga putra Wawonii Selatan yang terpilih sebagai Presiden Mahasiswa UHO, itu membuktikan bahwa kita tak kalah bersaing dengan putra putri daerah lain, Insaa Allah 2025 kelak akan banyak putra-putri Wawonii yang akan pulang memberikan ide, gagasan dan mengabdikan diri demi memajukan Kabupaten Konawe Kepulauan,” tandasnya. (r2/b/aji)

Komentar Pembaca
.