Tiga Strategi Kepsek SMAN 4 Kendari Lahirkan Generasi Unggul

28

 

Kepala SMAN 4 Kendari yang baru, Liyu (kiri) bersama Kepala SMAN 4 Kendari yang lama, Ruslan (kanan) saat kegiatan pisah sambut. Foto: Herdy/Rakyat Sultra.

 

KENDARI – Belum lama ini terlantik sebagai Kepala SMAN 4 Kendari, Liyu SPd MPd rupanya sudah tidak sabar untuk segera menjalankan program kerja yang telah ia susun. Pasalnya, menjadi manajerial sekolah segudang prestasi di Sulawesi Tenggara (Sultra) perlu banyak gebrakan mempertahankan prestasi yang sudah ditorehkan.

Liyu mengaku, dirinya sudah menyiapkan tiga strategi untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul, bermanfaat dan tentunya membawa nama baik daerah Sulawesi Tenggara ke kancah nasional bahkan Internasional.

Hal itu ia ungkapkan usai pelaksanaan kegiatan acara pisah sambut Kepala SMAN 4 Kendari yang dihadiri seluruh guru dan staf, termasuk kepala sekolah lama Ruslan SPd MPd yang kini dipercaya menahkodai SMAN 1 Kendari, Selasa (13/10/2020).

“Tiga strategi yang perlu saya sampaikan untuk sasaran awal saya, pertama kelas X itu akan kita latih untuk mengikuti semua lomba-lomba yang ada. Jadi, kita latih untuk bersaing dan membawa nama baik sekolah ini,” ungkapnya.

Kemudian, strategi kedua, lanjut Liyu, menyasar kelas XI, dirinya bakal mempersiapkan para siswa untuk mengikuti ujian dan kompetensi dalam rangka mempersiapkan generasi unggul di masa depan.

“Sedangkan, untuk kelas XII, kami persiapkan mereka masuk ke perguruan tinggi. Kalau mau masuk ke STPDN maka kami latih dengan STPDN nya. Kalau dia (siswa, red) mau masuk polisi, kita akan bina supaya bisa masuk polisi. Kalau mau masuk universitas, kita akan bina bagaimana cara masuk universitas. Begitu pula kalau mau masuk ke sekolah-sekolah kedinasan lainnya,” terang Liyu yang sebelumnya menjabat Wakasek Bidang Humas SMAN 4 Kendari.

Dikesempatan itu, Liyu tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Sultra melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra atas amanah yang diberikan kepadanya. Pasalnya, butuh kerja keras dan kolaborasi untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih SMAN 4 Kendari.

“SMAN 4 ini adalah SMA unggul menurut pandangan orang dan saya harus buktikan bahwa unggulnya itu terukur. Saya tidak mau pamer bagaimana gedungnya bagus, tetapi paling utama adalah bagaimana mutu pendidikan lebih bagus. Bagaimana siswa itu bisa menjadi orang-orang yang berguna. Bisa diterima dimana-mana. Itu yang paling penting buat saya,” bebernya.

Meskipun banyak menorehkan prestasi, namun dirinya merasa raihan tersebut masih kurang jika prestasi tersebut hanya bersaing ditingkat kabupaten kota saja. Liyu menginginkan depan SMAN 4 Kendari bisa menorehkan prestasi nasional bahkan internasional.

“SMAN 4 Kendari dengan nama yang besar kalau hanya prestasi seperti ini saya kira biasa-biasa saja. Yang jelas saya akan manfaatkan semua potensi-potensi yang ada menjadi sebuah kekuatan yang maksimal.

Hubungan perlu kita tingkatkan terus sehingga sekolah ini menjadi maju. Indikatornya bagaimana kita bisa terukur, jadi kalau dia sekolah unggul atau favorit, maka favoritnya itu harus terukur,” cetusnya.

Sementara itu, kepala sekolah yang lama, Ruslan berharap prestasi yang telah diraih dibawah kepemimpinannya bisa dipertahankan. Bahkan yang masih kurang terus diupayakan lebih baik lagi, terutama pembenahan sekolah.

“Pak Liyu guru SMAN 4 Kendari, tentu mengetahui pola dan perencanaan sekolah, itulah beberapa hal yang belum kita tuntaskan dalam pembenahan sekolah. Insyaallah pak Liyu bisa melanjutkanya, yang penting bisa melibatkan semua teman-teman disekolah,” terang Ruslan.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Kota Kendari itu mengakui, masih ada beberapa program yang belum tuntas sewaktu dirinya menjabat seperti halnya pembenahan sarana prasarana sekolah.

“Kemampuan prestasi akademik yang bagus tetapi dari sisi kenyamanan tidak terlayani tentu ada lemahnya. Olehnya itu sisi sarana prasarana sekolah jangan disepelekan. Bicara prestasi SMAN 4 Kendari sudah terpola. Dimana saya memang sudah mengatur step by step menuju sekolah yang lebih maju dan lebih bisa bersaing. Itu bisa kita tunjukkan,” ungkapnya.

Mantan kepala SMAN 10 Kendari itu menuturkan bahwa beban yang kini dipikul kepala sekolah baru amatlah berat sehingga dirinya berharap untuk bersaing di tingkat kepala sekolah minimal bisa menyamai kepala sekolah yang lama.

“Bicara ingin mempertaruhkan diri, harus lebih dari kepala sekolah lama. Sekali lagi lanjutkan program yang sudah direncanakan,” pungkas Ruslan. (r6/b/aji)

Komentar Pembaca
.