AKBP Waode Saryna: Wanita Tangguh Asal Muna Barat Siap “Pulang Kampung” Membangun Daerah

244

KENDARI, rakyatsultra.com  – Banyak yang belum mengenal lebih dekat  sosok Wanita Tangguh  kelahiran Walengke Kabupaten Muna Barat,  tepatnya 11 Maret 1963. Ia bernama lengkap AKBP  Waode Saryna, SH.

Beliau adalah anak pertama dari tujuh bersaudara dari pasangan Laode Matalagi dan Waode Rai (Almarhumah).

Ayah beliau adalah seorang pensiunan Kepala Sekolah SD yang juga merupakan Guru SD di Kabupaten Muna Barat, dan ibunya seorang ibu rumah tangga.

AKBP Waode Saryna,SH menikah dengan Takdir Gone,  dan dikaruniai tiga orang anak. Dua mengikuti jejaknya menjadi anggota Polri,  satunya lagi kini berprofesi sebagai pengusaha.

Waode Saryna

Ketiga anaknya masing-masing Briptu (Pol) Arief Munandar, Ipda (Pol) Dwi Partiwi Sardi, SH, MH, dan Sri Jun Astari.

AKBP Waode Saryna, SH kini dipercaya mengemban amanah sebagai  Perwira Mabes Polri Berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi  (AKBP), dengan jabatan Kanit IV Subdit 1 Ditkamneg Baintelkam Polri.

Sebelumnya, AKBP Waode Saryna.SH yang lahir di Walengke dan dibesarkan di Kabupaten Muna Barat.

Dirinya menamatkan Sekolah Dasar Negeri Mataki pada tahun 1974,  kemudian melanjutkan pendidikannya di SMPN Lasosodo dan  lulus tahun 1977, selanjutnya menempuh pendidikan di SMA Negeri Raha dan lulus tahun 1981.

Adapun gelar sarjananya dilanjutkan di Universitas Bung Karno tahun 2011 dan selesai  2015,  dengan gelar Sarjana Hukum.

Usai menamatkan pendidikan SMAN Raha pada tahun 1981, Waode Saryna langsung  mendaftarkan diri ke Korps Bhayangkara, sebab sejak kecil dirinya sudah bercita-cita ingin menjadi Polisi.

Berita terkait

Selamat Bertugas Kapolri Baru!

Rakyat Sultra Digital Edisi 28 Januari 2021

Usai mengikuti tes, iapun dinyataan lulus dan mengikuti Pendidikan Seba Milsukwan, di Dodiklat 007 Ciputat Polda Metro Jaya, lulus pada Tahun 1982 dengan pangkat Bripda. Selanjutnya pada tahun 1996/1997 dirinya mendapat kesempatan mengikuti  Sekolah Calon Perwira (Secapa).

Adapun jenjang kepangkatan wanita berdarah Kabupaten Muna Barat  ini, dimulai sejak tahun 1982 dengan Pangkat Bripda, tahun 1985 naik menjadi Briptu dan tahun 1993 naik dengan pangkat Bripka.

Setelah mengikuti Secapa pada tahun 1997, pangkatnya naik menjadi Ipda, lalu di tahun 2001 naik menjadi Iptu. Dua tahun setelahnya, tepatnya di tahun 2003, pangkatnya naik menjadi Ajun Komisaris Polisi (AKP), tahun 2011 menjadi Kompol. Pada tahun 2015, dirinya berpangkatnya  Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)

Selain Itu,  AKBP Waode Saryna, SH Juga mengikuti berbagai Pelatihan di Mabes Polri, khususnya Bidang intelejen. Yakni pada tahun 2010 mengikuti Pelatihan Analisis Intelejen,  Tahun 2011 mengikuti JCLC, dan Tahun 2013 mengikuti pelatihan Opsnal Intelejen.

Awal bertugas di Polri pada tahun 1982, Ia ditugaskan di BA KPPP Makassar Polda Sulsel, selanjutnya di tahun 1985 menjadi BA Provost  Polda Sulsel.

Pada tahun 1996 ia menjabat menjabat lagi sebagai BA IPP Polda Sulsel, berselang satu tahun dirinya dipromosikan menjabat Paurmin Dit IPP Polda Sulsel.

Pada tahun 2008, saat berpangkat AKP dirinya di mutasi ke Baintelkam Mabes Polri menduduki jabatan sebagai  Paur D 1 Direktorat D Baintelkam Mabes Polri, dan selanjutnya menjabat Panit D 1.3 Direktorat D Baintelkam Mabes Polri.

Tiga tahun kemudian, tepatnya 2011, dirinya menduduki Jabatan sebagai Panit 1.2 Dit Kamneg Baintelkam Mabes Polri berpangkat Kompol.

Pada tahun tahun 2015 setelah berpangkat AKBP, Waode Saryna menjadi Kanit 1.4 Dit Kamneg Baintelkam Mabes Polri, hingga saat ini.

Selama berkarir sebagai anggota Kepolisian dengan penuh dedikasi dan prestasi, AKBP Waode Saryna, SH diberi penghargaan dan tanda jasa. Mulai dari SL Kesetiaan 8 Tahun, SL Kesetiaan 16 Tahun, SL Kesetiaan 24 Tahun,  Bintang Bhayangkara Narariya, dan SL Kesetiaan 32 Tahun.

Kini dengan segudang pengalaman di Korps Bhayangkara, AKBP Waode Saryna, SH  berniat untuk “Pulang Kampung “, untuk membangun daerah yang menjadi tanah  kelahirannya di Kabupaten Muna Barat, Provinsi Sultra. (rs) 

Komentar Pembaca
.