Ini Nama-Nama laskar FPI Yang Ditembak Dini Hari Tadi , Dimana Jenazah Mereka ?

Ini Nama-Nama laskar FPI Yang Ditembak Dini Hari Tadi , Dimana Jenazah Mereka ?

334
Sekretaris Umum FPI Munarman. Foto: Fathan Sinaga/JPNN.Com

 

RAKYATSULTRA.COM, JAKARTA – Sekretaris Umum Front Pembela Islam Munarman mengatakan, pihaknya belum mengetahui keberadaan jenazah enam Laskar FPI yang tewas tertembak oleh polisi, saat terjadi insiden di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 Karawang, Jawa Barat, Senin (7/12) dini hari.

Aziz Yanuar : Rombongan Kendaraan Yang Membawa Habib Rizieq Shihab dan Keluarganya Dihadang dan Ditembaki oleh OTK

 

“Kami saja belum dapat jenazahnya. Mereka (Laskar FPI) diculik lalu dibantai,” tuding Munarman saat dihubungi jpnn, Senin (7/12). Data sementara FPI, laskar yang tewas dalam insiden di Kawarang semuanya berjenis kelamin laki-laki.

Dilansir dari JPNN.COM, Senin (7/12). Nama-nama enam Laskar FPI yang tewas yakni Fais, Ambon, Andi, Reza, Lutfil, dan Kadhavi.

Sekum FPI : Laskar FPI Tidak Memiliki Senjata Api, Mereka Dibantai Itu.

Berita terkait

Selamat Bertugas Kapolri Baru!

Rakyat Sultra Digital Edisi 28 Januari 2021

“Itu nama-nama laskar yang dibunuh sewenang-wenang,” cetus Munarman. Sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran membeberkan peristiwa tewasnya enam laskar FPI di Tol Jakarta-Cikampek KM 50 Karawang, Senin.

Peristiwa itu berawal saat polisi melakukan penyelidikan terkait informasi pengerahan massa berkaitan jadwal pemeriksaan terhadap Habib Rizieq di Polda Metro Jaya hari ini. Tim lalu mengikuti rombongan kendaraan yang berisi Habib Rizieq. Saat tengah mengikuti rombongan yang diduga terdapat Habib Rizieq, polisi tiba-tiba dipepet mobil.

Serang Polisi Pakai Senpi , Enam Pendukung Habib Rizieq Di Tembak Mati

Diduga kuat, mobil yang memepet dari pengikut Habib Rizieq. Baku tembak tak terhindarkan.

Anggota kepolisian kemudian membalas tembakan itu dan enam laskar FPI dinyatakan tewas. “Ketika anggota PMJ mengikuti kendaraan yang diduga pengikut MRS, kendaraan petugas dipepet kemudian diserang dengan menggunakan senpi dan sajam,” kata Fadil Imran di Polda Metro Jaya, Senin (7/12). (p2/ast/jpnn)

Komentar Pembaca
.