Kalah Di Pengadilan Negeri , BCA Finance Kendari Terbukti Bersalah Mencurangi dan Menipu Debiturnya

712
Kantor BCA Finance Kendari

RAKYATSULTRA.COM, KENDARI – Rahmad Buyung menggugat PT BCA Finance Tbk Kendari pada Tanggal 7 juli 2020 dengan penetapan Ketua Pengadilan Negeri Kendari Nomor 61/Pdt G/2019/PN Kdi.

Gugatan itu berujung kekalahan bagi PT BCA Finance Tbk Kendari.

Dalam putusan tersebut majelis hakim menyatakan bahwa PT BCA Finance Kendari terbukti telah melakukan tindakan menentang hukum dan menghukum PT BCA Finance Kendari untuk menghentikan segala aktifitas transaksi perjanjian pembiayaan konsumen yang dilakukan oleh PT BCA Finance Kendari terhadap Rahmad Buyung.

Hal tersebut berawal saat Rahmad Buyung melakukan perikatan perjanjian pembiayaan konsumen dengan menjaminkan satu unit mobil miliknya kepada PT BCA Finance Kendari.

Perjanjian Yang Pertama kalinya pada 25 Mei 2014,PT BCA Finance Kendari menyetujui memberikan fasilitas pembiayaan konsumen dengan jumlah sebesar Rp 99.250.588 , dengan menjaminkan satu unit mobil merek Toyota Avanza dalam jangka waktu 36 bulan kepada korban Rahmad Buyung

” Saya dan istri hanya menerima pencairan pinjaman PT BCA Finance sebesar Rp 90.000.000 ,di Bank BCA cabang Kendari yang diserahkan oleh seseorang dari PT BCA Finance Kendari, dimana uang tersebut kami terima dalam sebuah kantong plastik,” ungkap Rahmad Buyung saat ditemui Rakyatsultra.com. Jumat (11/12/2020)

Berita terkait

Selamat Bertugas Kapolri Baru!

Rakyat Sultra Digital Edisi 28 Januari 2021

Lanjut dia, pada 1 September 2016, Andriani (Istri korban), melakukan perjanjian yang kedua kalinya dengan menjaminkan satu unit mobil merek Suzuki Ertiga, dan pihak PT BCA Finance Kendari menyetujui pemberian fasilitas pembiayaan konsumen sebesar Rp 109.256.250 , jangka waktu selama 36 bulan.

Nahasnya, hal yang sebelumnya menimpa dirinya terulang kembali. Marketing PT BCA Finance Kendari yang mengaku bernama Ridwan, menyerahkan uang hanya sebesar Rp 95.000.000.

Selanjutnya pada perjanjian ketiga kalinya pada 19 januari 2019. PT BCA Finance menyetujui pemberian Pinjaman sebesar Rp101,913,968.  Namun, PT BCA Finance Kendari hanya mentransfer sejumlah uang ke rekening Rahmad Buyung, sebesar Rp 30.000.000 ,dimana sebelumnya Rahmad Buyung telah menerima dibawah tangan uang sebesar Rp 60.000.000,

Berdasarkan praktek bisnis yang dilakukan PT BCA Finance Kendari. Rahmad Buyung menduga ada permasalahan hukum yang timbul sehubungan dengan kewajiban hukum yang seharusnya ditunaikan secara sempurna oleh pihak PT Bank BCA Finance Kendari terkait dengan jumlah fasilitas pembiayaan yang dibayarkan BCA Finance Kendari dan diterima oleh Debiturnya .

” Maka patut diduga bahwasanya PT BCA Finance Kendari telah melakukan perbuatan curang yang sekaligus telah menipu yang berakibat saya telah dirugikan sebesar Rp 35.420.806,” ketusnya.

Rahmad Buyun menambahkan, tidak tertutup kemungkinan bahwa pihak PT BCA finance Kendari dalam menjalankan praktek bisnisnya dalam bentuk kegiatan “ pembiayaan konsumen “ telah melakukan “ kejahatan bisnis “ dimana aktifitas bisnisnya yang dioperasikan sedemikian rupa sehingga sangat merugikan kepentingan masyarakat luas.

” PT BCA Finance Kendari sudah kurang atau tidak menghargai lagi kejujuran dalam kegiatan bisnisnya guna mencapai tujuan memperoleh keuntungan yang sebesar besarnya,” Pungkasnya (p2)

Komentar Pembaca
.