Begini Kinerja Pasar Modal di Sulawesi Tenggara Jelang Akhir Tahun

33

RAKYATSULTRA.COM, KENDARI- Jelang Akhir Tahun kinerja Pasar Modal sangat positif ditunjukkan dengan meningkatnya nilai dari IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) yang sempat menyentuh angka 3.911 di bulan Maret lalu, dan sekarang sudah berada di atas 6.000. 

 

Hal tersebut disampaikan P.H. Kepala Kantor PerwakilanBursa Efek Indonesia Sulawesi Tenggara,Ricky, menuturkan  optimisme investor dalam berinvestasi di Pasar Modal bahkan di tengah pandemiksekalipun. 

 

Selain itu di Sulawesi Tenggara sendiri terjadi peningkatan nilai transaksi Pasar Modal yang cukup signifikan mencapai angka 139 milyar rupiah di bulan November 2020, dari sisi jumlah investor pun terjadi peningkatan yang cukup mengembirakan di tahun 2020 ini terdapat sebanyak 1.610 Investor 

Saham Baru yang berasal dari Provinsi Sulawesi Tenggara, sehingga total Investor saham di Sultra berjumlah 5.663 Investor.

 

“Dari total 5.663 Investor, terdapat 3.135 Investor yang berada di bawah usia 30 tahun. Ini menandakan kesadaran kaum muda dalam berinvestasi saham di Sulawesi Tenggara cukup besar,” ujar Ricky,Selasa (29/12/2020).

 

Lanjut dia, di tahun 2020, ada penambahan 2 Galeri Investasi di Sulawesi Tenggara, yaitu Galeri Investasi Ammi Ana Wonua dan Galeri Investasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Halu Oleo Kendari. 

 

Berita terkait

Nelayan Bombana Diberi Kartu APPIK

Peresmian Galeri Investasi tersebut dilakukan secara Virtual dan turut serta dalam memecahkan Rekor MURI dalam hal peresmian Galeri Investasi terbanyak dalam satu hari.

 

Saat ini pula sangat mudah bagi masyarakat untuk berinvestasi di Pasar Modal, baik itu dalam bentuk Saham ataupun Reksadana. Syaratnya cukup dengan melampirkan KTP, Buku Tabungan dan Dana 

minimal Rp 100.000,- yang langsung menjadi saldo awal rekening saham atau reksadana yang bersangkutan.

 

Dalam kondisi Pandemi COVID-19 ini, Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Sulawesi Tenggara tetap melakukan edukasi Pasar Modal secara online. Baik melalui Instagram dan juga melalui berbagai  aplikasiWebinar. 

 

“Hal ini dilakukan supaya masyarakat tetap dapat mengakses info maupun pembelajaran terkait Pasar Modal dimanapun mereka berada” Pungkasnya.  (P2)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.