LPM Sultra Minta Polda Tak Membuka Penyegelan Alat Berat PT Trisula Bumi Anoa

105
Ados (kemeja putih) saat didampingi pengurus LPM Sultra.

RAKYATSULTRA.COM, KENDARI – Lembaga Pemerhati Masyarakat (LPM) Sulawesi Tenggara meminta Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Polda Sultra) agar tidak membuka penyegelan (police line) alat berat milik PT Trisula Bumi Anoa.

Ketua LPM, Ados mengatakan bahwa PT Trisula Bumi Anoa merupakan salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambang nikel yang berlokasi di Kebupeten Konawe Utara (Konut), tepatnya di Kecamatan Lasolo.

“Penyegelan alat berat PT Trisula Bumi Anoa harus betul-betul dituntaskan sesuai dengan mekanisme peraturan perundangan undangan yang berlaku,” ujarnya, Minggu (27/12).

Ados membeberkan bahwa PT Trisula Bumi Anoa atau yang biasa disingkat TBA ini memiliki luasan Izin Usaha Pertambangan (IUP) seluas 156 hektar, hampir 90 persen mamasuki hutan lindung dan tumpang tindih dalam wilayah konsesi IUP dari PT ANTAM.

“Selain dari persoalan hutan lindung kami duga RKAB yang dimiliki PT TBA itu adalah palsu sehingga kami sangat berharap kepada Polda Sultra dalam hal ini Ditkrimsus Polda Sultra Subdit 1 Tipiter untuk tidak hanya melakukan penyegelan semata akan tetapi melakukan pemeriksaan sampai pada tahap tersangka atas proses dugaan penambangan Ilegal yang dilakukan oleh PT TBA,” cetusnya.

Ia mengaku, pihaknya telah mendapatkan dokumentasi terkait penyegelan PT Trisula Bumi Anoa di Konut.

“Jika Ditkrimsus Polda Sultra tidak meneruskan proses hukum penyegelan PT TBA, maka kami secara kelembagaan meminta kepada Kapolda Sultra Untuk mencopot Dirkrimsus Polda Sultra,” tegas Ados.

Dalam waktu dekat, Ados mengaku, LPM bakal menggelar aksi demontrasi di Mapolda Sultra sebagai upaya mempressure kasus ini.

“Awal tahun kita akan adakan aksi di Mapolda Sultra, mendesak Polda Sultra melakukaj pengembangan kasus ini,” pungkas Ados. (P2)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.