POLDA Sultra Sebut Aksi Pengrusakan Di PT VDNI Terstruktur Dan Terencana.

310
Konfrensi Perss Polda Sultra Terkait Kasus Pengrusakan Di PT VDNI

RAKYATSULTRA.COM, REDAKSI – Setelah Polda Sultra melakukan penyelidikan dan penyidikan selama satu minggu lamanya. Polda Sultra resmi menetapkan dan menahan 12 orang sebagai tersangka dalam kasus tindak pidana aksi unjuk rasa yang berujung pengrusakan dan pembakaran terhadap kendaraan berupa motor, mobil roda 4, dump truk, alat berat berupa excavator dan loader, kantor-kantor yang terbuat dari kontainer, spare part yang ada di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT OSS Kabupaten Konawe pada 14 Desember Tahun 2020.

 

Dari hasil penyelidikan Polda Sultra, 12 orang tersangka tersebut ternyata diduga telah merencanakan pengrusakan secara terstruktur selama dua hari. Mereka adalah YW, AP, NA, IK, KS, AF, LT, IR, AP, SP , RW dan SL.

 

Informasi itu disampaikan oleh Direktur Ditreskrimum Polda Sultra Kombes Pol La Ode Aries Elfatar, di Mapolda Sultra. Selasa (22/12).

 

La Ode Aries mengatakan, sebanyak empat kali rapat yang digelar oleh 12 orang tersebut. Mereka membentuk tiga kelompok dengan perencanaan. Rapat berlangsung pada 12 Desember dan 13 Desember di sebuah rumah kost, di Cafe dan juga di sebuah desa di Kabupaten Konawe.

5 Provokator Massa Demonstrasi Di PT VDNI, Ditetapkan Tersangka.

Dari empat kali rapat itu, menghasilkan sebuah perencanaan matang. Dimana dalam aksi unjukrasa pada 14 Desember 2020 di PT VDNI telah dibagi di sejumlah titik. 

 

“Titik pertama adalah Pos Securty depan PT VDNI, kemudian Jetty PT OSS, tempat penyimpanan Alat berat dan juga akses keluar masuk karyawan di PT VDNI,” ucap La Ode Aries.

Lanjut La Ode Aries, pada hari Senin tanggal 14 Desember 2020 sekira jam 05.30 Wita Massa aksi yang terdiri dari empat elemen yaitu Serikat Perlindungan Tenaga Kerja ( SPTK ) Kabupaten Konawe, Dewan Pengurus Wilayah Federasi Kesatuan Serikat Pekerja Nasional ( DPW FKSPN ) Provinsi Sultra, Himpunan Eks Karyawan ( HEKKAR ) PT. VDNI dan PT. OSS, dan Masyarakat Pencari Kerja ( MPK ) Kecamatan Morosi dan sekitarnya. Mereka telah berkumpul dan membentuk kelompok massa di perempatan Desa Morosi dengan tuntutan agar karyawan kontrak yang sudah bekerja lebih dari 36 Bulan ( 3 tahun ) agar di angkat menjadi karyawan tetap. 

PT VDNI Didemo, Merugikan Semua Pihak

Selain itu tuntutannya yaitu menuntut kenaikan upah bagi pekerja atau buruh yang sudah lebih dari satu tahun. Massa aksi kemudian melakukan pemblokiran perempatan Desa Morosi dengan Jalan Holing Timbangan, dengan tujuan akan menghalang para 

 

Berita terkait

Selamat Bertugas Kapolri Baru!

Rakyat Sultra Digital Edisi 28 Januari 2021

karyawan PT. VDNI untuk melaksanakan kerja. Lalu melihat hal tersebut, pihak Kepolisian dan Security PT. VDNI yang melakukan pengamanan membuka blokir jalan agar dapat dilewati karyawan PT. VDNI dan masyarakat karena merupakan jalan umum.

 

Setelah itu Kapolres konawe menghimbau massa aksi agar tidak orasi dan akan dimediasikan kepada pihak perusahaan terkait tuntutan mereka. Selanjutnya para demontrasi tidak mendengarkan himbauan Kapolres Konawe dan melaksanakan orasi di depan portal pintu masuk PT VDNI. 

 

Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung damai namun sekitar pukul 13.00 Wita aksi damai berubah menjadi aksi anarkis karena pimpinan PT. VDNI tidak menemui para aksi unjuk rasa. Aksi anarkis tersebut dilakukan dengan cara melempar Batu, Besi, Kayu, dan Petasan ke arah petugas Kepolisian dan Security keamanan yang mengamankan demo tersebut.

Andrew &Tony Foundation akan Bangun Politeknik VDNIP di Morosi

Karena kondisi anarkis tersebut sekitar pukul 14.00 wita pihak kepolisian melakukan pembubaran massa aksi unjuk rasa yang berada di depan portal masuk PT.VDNI. 

Akibat pembubaran tersebut massa aksi menjadi semakin brutal, sebagian massa aksi melaksanakan pengrusakan dan pembakaran terhadap kendaraan berupa motor, mobil roda 4, dump truk, alat berat berupa excavator dan loader, kantor kantor yang terbuat dari kontainer, spare part yang ada di smelter, timbangan dan masih banyak lagi barang barang inventaris PT. VDNI lainnya. 

 

Aksi anarkis tersebut berhasil diredakan dan dibubarkan oleh pihak kepolisian sekitar pukul 19.00 Wita. Kemudian sekitar pukul 20.30 wita di adakan pertemuan antara massa aksi demonstran dengan Bupati Konawe, Kapolres Konawe dan Dandim Kendari bersama MUSPIDA SULTRA serta pimpinan Perusahaan PT. VDNI atas nama Mr. TONY untuk mediasi.

Penuhi Janjinya, 1.071 Tenaga Kerja Lokal Lolos Verifikasi Berkas di PT VDNI 

Atas kejadian tersebut, mengakibatkan PT VDNI mengalami kerugian sekitar Rp. 200.000.000.000, – ( dua ratus miliar rupiah ).

La Ode Aries merincikan sejumlah barang bukti yang dikumpulkan dari hasil penyelidikan yakni cctv, pakaian, alat pengrusakan, pakaian, surat pemberitahuan aksi, handphone , sketsa gambar rencana aksi, dan juga batu yang digunakan untuk merusak. 

 

“Dari hasil indentifikasi mereka terdiri dari tiga orang karyawan PT VDNI dan orang-orang yang pernah bekerja di Perusahan yakni barisan sakit hati.” Ungkapnya.

 

La Ode Aries mengatakan pihaknya masih mendalami kasus ini, terkait aktor yang mendalangi. Pasalnya, Polda Sultra melihat aksi yang dilakukan para tersangka cukup terencana, 

“ Semua akan kami selidiki. Saksi sudah 13 kami periksa. Kami juga masih kejar yang buron. Para tersangka dijerat dengan pasal 216 KUH, 160 KUHP Junto 179 KUHP tentang penghasutan. Sementara untuk tiga eksekutor pembakaran alat berat jerat Pasal 170 KUHP dan atau Pasal 406 KUHP, ” punkasnya. (Ikhsan)

Komentar Pembaca
.