Wabup Konawe : Alhamdulillah Semua Sudah Kembali Beraktifitas, Roda Ekonomi Sudah Mulai Berjalan

113
Wakil Bupati Konawe, Gusli Topan Sabara (GTS), Mengunjungi Morosi Pasca Demo Rusuh Di VDNI dan OSS

RAKYATSULTRA.COM, UNAAHA – Setelah insiden kerusuhan di PT Virtue Dragon Nikel Industry (VDNI) dan Obsidian Stainless Steel (OSS) Kecamatan Morosi, Konawe. Wakil Bupati Konawe Gusli Topan Sabara melakukan peninjauan lapangan untuk memastikan kondusifitas di mega industri tersebut, pada Sabtu (19/12).

Pemkab Konawe Janji Akan Buat Jembatan Darurat Penghubung Latoma

Selain memantau secara lansung aktifitas perusahaan, orang nomor dua di Konawe ini sekaligus melihat roda ekonomi masyarakat pasca kerusuhan Senin 15 Desember 2020 lalu.

Dengan insiden tersebut, ribuan karyawan di dua perusahaan tersebut di liburkan selama beberapa hari, di karenakan puluhan armada dump truck maupun alat berat serta gedung smelter ludes di lahap si jago merah. Pembakaran diduga di lakukan oleh massa aksi.

 

GTS sapaan akrab Wabup Konawe ini, menyambangi beberapa warga yang menjadi pelaku usaha di area industri, seperti pasar China. Dari keterangan warga, GTS mendapati informasi kalau warga baru membuka usahanya sehari hingga tiga hari pasca insiden.

 

Kepada GTS warga juga mencurahkan harapan mereka supaya kondisi di VDNI Park tetap kondusif. Sebab, hal yang belum lama ini mereka alami dirasa sangat meresahkan.

 

“Semoga jangan lagi terjadi kekacauan seperti kemarin. Karena sangat mengganggu, terutama kami kami ini yang sedang berjualan,” harapnya.

 

Sementara itu Wabup Konawe, GTS menyampaikan, situasi dalam perusahaan maupun kawasan industry sudah kondusif, baik itu kegiatan di dua perusahaan (VDNI-OSS) maupun aktifitas masyarakat. “Alhamdulillah semua sudah kembali beraktifitas, roda ekonomi sudah mulai berjalan,” tuturnya.

Berita terkait

Selamat Bertugas Kapolri Baru!

Rakyat Sultra Digital Edisi 28 Januari 2021

KPUD Konawe Sebut Satu Kandidat Calon Tambahan

Selanjutnya, GTS menyambangi pos keamanan di pintu masuk VDNI. Di sana ia berbincang-bincang dengan sejumlah sekuriti dan aparat kemananan lainnya yang masih berjaga-jaga.

 

Setelah itu GTS melanjutkan perjalanannya ke tempat-tempat telah dirusaki massa saat insiden terjadi. Salah satunya, yakni tempat penimbangan. Tempat itu menjadi salah satu sasaran amukan massa saat insiden terjadi. Perjalanan pun kemudian dilanjutkan ke jetty (dermaga). Di sana ia melihat aktivitas yang sudah berjalan normal.

 

Hasil kunjungannya itu GTS menyimpulkan kalau situasi sudah benar-benar kondusitf. Aktivitas industri sudah berjalan normal. Pihak perusahaan pun tengah membenahi kerusakan-kerusakan yang terjadi saat insiden terjadi.

 

“Kita lihat semuanya sudah berjalan normal. Harapan kami, apa yang terjadi kemarin tidak perlu terulang. Perusahaan ini adalah tempat menggantungkan hidup orang banyak. Sehingga ketika ada permasalahan, sampaikan ke pemerintah, biar kita mencari solusi terbaik tanpa harus ada insiden,” harapnya.

 

Setelah mengunjungi area Mega industri Morosi, GTS selanjutnya melakukan perjalanan ke makam Sangia Haluoleo. Setibanya di makam tersebut, GTS disambut dengan warga sekitar yang sudah menanti kedatangannya bersama rombongan dari Konawe. Seperti biasa, ia pun langsung mengajak warga berdiskusi ringan terkait sejumlah permasalahan di Konawe.

 

Salah satu yang menarik adalah gagasan GTS terkait pembentukan divisi lokal di VDNI. Menurutnya, divisi itu menjadi penting adanya, guna mengakomodir masalah-masalah lokal yang terjadi, khususnya terkait budaya dan adat istiadat.

 

“Kalau divisi ini ada saya yakin setiap permasalahan bisa didudukan baik-baik. Hal itu akan sangat membantu perusahaan juga. Kita berharap gagasan ini bisa diterima pihak perusahaan,” pungkas mantan Ketua DPRD Konawe ini. (Cr2)

Komentar Pembaca
.