Hiswana Migas Sultra “Dorong” Pertamina Ekspansi Perthashop

49

 

Ketua Hiswana Migas DPC IV Sultra, H Rahman Siswanto Latjcinta,

RAKYATSULTRA.COM, KENDARI – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Sulawesi Tenggara (Sultra), mendorong PT Pertamina (Persero) untuk terus melakukan ekspansi dalam bisnis Pertamina Shop (Pertashop).

OJK dan Pertamina Dapat Hibah Aset Tanah Dari Pemprov Sultra

Program tersebut bertujuan mewujudkan bahan bakar minyak (Pertamax) satu harga dan memberikan layanan BBM yang kualitas dan kuantitasnya bisa dipertanggung jawabkan.

Ketua Hiswana Migas DPC IV Sultra, H Rahman Siswanto Latjcinta, mengatakan Pertashop bisa menjadi alternatif bagi masyarakat yang memiliki modal terbatas untuk membuka SPBU. Melalui Pertashop, Rahman meyakini pengusaha lokal bisa bekerja sama secara resmi dengan Pertamina dan juga sebagai komitmen Pertamina dalam mendukung program pemetaan energi terutama BBM.

 

Selain itu , masyarakat di desa-desa dapat mengakses BBM ramah lingkungan. Sebab, BBM yang dijual di gerai Pertashop adalah BBM dengan oktan tinggi dan non-subsidi.

Pertamina: Distribusi dan Pasokan BBM di Konawe Aman

“Jika Pertashop dibangun lebih banyak, maka  perekonomian masyarakat sekitar berjalan dan sangat berguna bagi masyarakat yang memiliki usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), bahkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).” Kata Rahman, Kamis (7/1/2020)

Berita terkait

Selamat Bertugas Kapolri Baru!

Rakyat Sultra Digital Edisi 28 Januari 2021

Sementara itu , Unit Manager Comm, Rel & CSR MOR VII Laode Syarifuddin Mursali mengatakan bahwa Pertashop dipersyaratkan di desa/kecamatan yang belum ada SPBU/Lembaga Penyalur Pertamina dalam radius 10 km.

“Terdapat 3 kategori Pertashop yang disesuaikan dengan ketersediaan lahan yang dimiliki. Pertashop Gold untuk luas lahan minimum 210 m2, Pertashop Platinum untuk luas lahan minimum 300 m2, dan terakhir Pertashop Diamond untuk luas lahan minimum 500m2. Luasan tanki penyimpanan dan varian produknya tentunya menyesuaikan.” tutur Laode, dalam keterangan tertulis yang diterima harian Rakyat Sultra beberapa waktu lalu.

Pertamina Launching Pertalite Pertama di Sultra

Sebagai wujud dukungan terhadap pemerataan pembangunan nasional PT Pertamina (Persero) terus berupayap memperluas jangkauan distribusi energinya.
Data internal Perusahaan menunjukkan bahwa dari 7.196 Kecamatan di Indonesia, 3.827 Kecamatan diantaranya atau sekitar 53% belum memiliki SPBU sebagai channel resmi pengisian bahan bakar, sehingga terkadang harga bahan pokok melambung tinggi dikarenakan harga bahan bakar di daerah tersebut menyesuaikan akses untuk mendapatkan bahan bakar terdekat.

 

Untuk mengatasi hal tersebut, Pertamina menghadirkan Pertashop, sebuah solusi ketahanan energi nasional dengan konsep pemerataan jaringan distribusi. Diharapkan biaya distribusi dan transportasi dapat ditekan dengan adanya jaringan distribusi Pertashop yang dapat menjangkau daerah yang belum terdapat SPBU. Hal ini tentunya mampu menjadi stimulus perekonomian bagi pembangunan suatu daerah. Pertashop juga menjadi outlet yang menjual Elpiji Bright Gas, Pelumas dan Produk retail pertamina lainnya.

 

Pada Tahun 2020 , PT Pertamina (Persero) Marketing Operation Region VII mendapatkan amanah dari Kementerian Dalam Negeri sejumlah 44 Pertashop untuk 44 Desa yang termasuk dalam kategori Desa 3T (Terpencil, Terluar, Tertiggal) dan Desa berprestasi se-Sulawesi. Dimana hingga berita ini diturunkan sudah terealisasi sejumlah 32 Pertashop.

 

Pertamina terbuka bagi semua pihak yang ingin mengajukan pendaftaran untuk menjadi calon pemilik Pertashop. Pertamina juga akan menganalisa dan mengevaluasi secara transparan calon lokasi Pertashop yang diajukan. “Jika tidak ditemukan kesesuaian kita tidak akan proses lebih lanjut. Di Pertamina sudah lama menerapkan Good Corporate Governance (GCG)”imbuh Laode.

 

Hingga berita ini diturunkan sejak 2020 telah terlaksana semua 44 pertashop di sulawesi. Namun untuk sulawesi tenggara belum ada. (p2/b/aji)

Komentar Pembaca
.