Jumlah PBI BPJS Melebihi Jumlah Penduduk, Komisi III Akan Raker Dengan Instansi Terkait

160
Awal Jaya Bolombo

RAHA-Agak ironi memang jika jumlah Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS di Kabupaten Muna melebihi jumlah penduduk kurang mampu namun masih ditemukan penduduk yang belum tercantum dengan jaminan kesehatan yang diselenggarakan melalui BPJS ini.

Anggota Komisi III DPRD Muna, Awal Jaya Bolombo sangat menyayangkan hal itu sebab jika dana PBI pusat sebanyak 130 ribu dan PBI daerah 79 ribu dimaksimalkan maka tak ada lagi warga kurang mampu yang tidak terkaver dalam jaminan kesehatan BPJS.

Bahkan jumlah 209 ribu penerima PBI tersebut kata Awal dapat mengkaver hampir seluruh warga Kabupaten Muna dengan total jumlah penduduk 224 ribu jiwa.

Apalagi data PBI 209 ribu tersebut belum termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI/Polri serta karyawan perusahaan swasta dan peserta BPJS mandiri.

“Artinya, diluar ASN dan TNI/Polri seharusnya tak ada lagi warga yang tidak tercantum dalam BPJS, tapi di lapangan masih ada yang belum tercantum,” sorot pria yang akrab disapa AJB ini.

Olehnya itu dalan waktu dekat Komisi III akan menggelar rapat kerja dengan instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Sosial dan lain-lain untuk melihat akan persoalan tersebut.

“Kami komisi III akan menggelar rapat kerja dengan instansi terkait dalam rangka menyikapi persoalan PBI BPJS ini,” ucap Ketua Fraksi Demokrat ini.

Hal itu diakui oleh Kepala Dinas Kesehatan, La Ode Rimbasua. Ia mengatakan, tahun 2020 Pemkab Muna telah mengalokasikan PBI BPJS sebanyak 79 ribu jiwa dan PBI pusat 130 ribu. Ia beralasan, belum sempurnanya data penerima PBI disebabkan belum tuntasnya proses penginputan data penduduk melalui Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “Data ini perlu penyempurnaan lagi,” ujarnya. (sra/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.