Polres Kolut Bidik Dugaan Pengangkutan Nikel Ilegal  di Jetty PT Kasmar

150
LAODE MUSAFIR/Rakyat Sultra
KETGAM – Aktifitas pengangkutan ore nikel di kawasan Jetty PT Kasmar Tiar Raya

RAKYATSULTRA.COM, LASUSUA – Menanggapi maraknya dugaan pengangkutan ore nikel ilegal di kawasan Jetty (dermaga, red) PT Kasmar Tiar Raya, Kasat Reskrim Polres Kolut, Iptu Alamsya Nugraha, menegaskan, khusus untuk PT Kasmar, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kolut, akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan penambangan tanpa izin dari pemerintah berwenang.

“Kami dari Satreskrim Polres Kolut, akan melakukan upaya hukum terkait penambangan ilegal yang ada di Kolut. Khusus untuk PT Kasmar Tiar Raya, kami akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait dugaan penambangan tanpa izin dari pemerintah berwenang,” tulis Iptu Alamsya dalam Chat Whatsapp (Selasa 26/1).

Sementara itu, pantauan di lokasi Jetty PT Kasmar Sabtu (23/1), aktifitas pengangkutan ore nikel ilegal di kawasan Jetty PT Kasmar, yang berlokasi di Desa Latowu Kecamatan Batuputih Kolut, hingga saat ini masih berjalan mulus. Berbagai dugaan pelanggaran hukum terjadi dalam proses pengangkutan ore nikel hasil kekayaan alam Kolut tersebut, namun hingga saat ini pihak Polres Kolut hanya melakukan pembiaran atas aktifitas yang diduga ilegal tersebut.

Hingga Sabtu (23/1) di kawasan Jetty PT Kasmar, terlihat ada 5 unit kapal tongkang, 3 unit di antaranya tengah berlabuh, dan 2 unit tongkang lainnya, tengah melakukan aktifitas pengangkutan ore nikel. Salah satu dari 2 unit kapal tongkang tersebut diketahui menggunakan dokumen PT Lawaki Tiar Raya.

Berdasarkan keterangan beberapa orang pekerja yang ditemui di lapangan, PT Kasmar ternyata hanya bertindak sebagai pemegang IUP, namun aktifitas pengangkutan ore nikel yang dilakukan para penambang di lokasi IUP PT Kasmar tersebut, tidak menggunakan dokumen PT Kasmar melainkan menggunakan dokumen perusahaan lain, salah satunya menggunakan dokumen PT Lawaki Tiar Raya, yang lokasi IUPnya berada di Desa Lawaki Jaya Kecamatan Tolala.

Di samping itu, fasilitas jetty PT Kasmar yang dimanfaatkan oleh para penambang, untuk melakukan pengangkutan ore nikel, juga diketahui belum memiliki izin Terminal Khusus (Tersus), yang menjadi syarat utama legalnya fasilitas jetty untuk beroperasi.

Hasil konfirmasi di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kolut beberapa waktu lalu, Kepala Bidang (Kabid) Penyelenggaraan Pelayanan Perizinan dan Non Perizinan DPM-PTSP, Taufiq, menegaskan, untuk izin lokasi terkait permohonan pengurusan izin Tersus, saat ini yang masuk ke DPM-PTSP Kolut hanya ada satu permohonan, yakni dari PT Kurnia Mining Resource, tak ada dari perusahaan lain.

Olehnya itu, Taufiq menegaskan, aktifitas pengangkutan ore nikel yang saat ini tengah berjalan di wilayah Kolut semuanya ilegal. Dirinya bahkan mengaku sudah melayangkan surat ke instansi Kepolisian, yang meminta agar instansi berseragam cokelat tersebut, melakukan penertiban atas aktifitas ilegal tersebut, namun faktanya hingga saat ini aktifitas pengangkutan nikel ilegal di Kolut malah semakin marak terjadi. (r1)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.