Rem Blong, Regulasi dan Kepedulian BPTJ , Ditjen Perhubungan Darat dan KNKT Lindungi Pengemudi

37
Laka Lantas Yang di Akibatkan Karena Rem Blong

Rakyatsultra.com, KENDARI – Rem Blong, sebuah kalimat yg sering tertulis dan terbaca oleh masyarakat ketika terjadi kecelakaan lalu lintas yg melibatkan truck beban berat yang tak jarang menimbulkan korban jiwa.

 

Rem Blong, paling gampang menjadi alasan terjadinya laka tsb. Padahal bisa saja ada faktor lain, bahkan orang awam pun dengan mudah mengatakan rem Blong.  “Bisa saja bukan faktor teknis, atau mungkin faktor alam, faktor prasarana jalan dan mungkin beban berlebihan ” , tapi simpulan paling mudah adalah rem Blong dan seolah kasus tersebut selesai dan mudah menetapkan tersangka.

Menanggapi penomena rem Blong dan tuntutan profesional aparat  serta pengemudi dalam menerapkan regulasi teknis.

Kementerian Perhubungan melalui BPTJ dan Ditjen Perhubungan Darat dengan koloborasi KNKT sebagai lembaga independet dalam penanganan kasus kecelakaan transportasi akan membuat panduan bagi stakeholder terkait dalam menyikapi masalah rem blong.

Secara terpisah Komisioner keselamatan Wildan dalam pesan WA, Rabu (24/3/2021), mengatakan ” Bahwa KNKT akan dibantu oleh BPTJ membuat buku pintar untuk pengemudi terkait prosedur mengemudi dan prosedur pemeriksaan system rem sebelum mengemudi, dan Ditjen Darat akan membantu membuatkan film animasinya. Jadi Kemenhub akan membuat dua program untuk mencegah terulangnya rem blong dalam bentuk buku saku dan film animasi yg kalau sdh jadi akan dibagikan ke semua komunitas pengemudi bus dan truk ” terang Wildan.

 

Sementara itu, Ketua DPP IKAALL Muhammadun mengatakan bahwa hal ini adalah  suatu terobosan yang baik dan memberi solusi, ketimbang sanksi yg bisa jadi sopir dan alasan rem bolong hanya menjadi korban atau kambing hitam yg paling gampang dalam menyimpulkan suatu kasus kecelakaan,

” Merupakan inovasi dan menjadi solusi bagi sopir,” ujar muhammadun

 

Lanjut dia,  menuturkan , bahwa kemandirian KNKT harus didorong sebagai lembaga yang memiliki kewenangan dalam mencegah, mengedukasi dan menemukan faktor penyebab terjadinya kecelakaan di bidang transportasi ini harus didorong dan anggotanya pun harus mempuni dari semua bidang ilmu dalam menjadikan profesionalisme dan kemandirian KNKT.

 

“Harapan masyarakat tentu kedepan regulasi di bidang lalu lintas perlu ditinjau kembali seiring dengan permaslahan yg semakin dinamis dan menurunnya kesadaran masyarakat terhadap makna sebuah keselamatan transportasi Darat,” harapnya

 

Menyikapi masalah tersebut, ditempat terpisah, Kepala BPTD 18 Sultra, Benny Nurdin Yusuf, yang juga Humas DPP IKAALL menyambut baik program tersebut.

 

“ini ide cemerlang, mengingat dilapangan masyarakat penyedia dan pengguna jasa transportasi buta masalah teknis dan regulasi dan hanya mengejar faktor ekonomi sebagai keberlangsungan usaha di bidang transportasi darat,” sambut Benny.

 

Saya juga berharap bahwa regulasi harus melihat fenomena yang terjadi di lapangan, jangan sampai aturan hukum yang dibuat tidak dapat diterapkan atau mungkin sangat sulit dilaksanakan karena adanya Antinomi.

 

Sehingga butuh penyelarasan masing masing sektor. Aturan hukum yang baik tapi tidak dapat diterapkan, jauh lebih baik aturan hukum yg kurang baik tapi dapat diterapkan.

 

“Harapan kita semua semoga penanganan transportasi, khususnya di Darat dapat dilaksanakan lebih baik dan profesional, dan hadir menjadi urat nadi kehidupan masyarakat madani,” Pungkasnya (p2)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.