11 Gadis di Bawah Umur Terlibat Prostitusi Online di Hotel DDN’S, Diduga Korban Dijajakan ke WNA China di Kendari

4.058
11 pekerja seks komersial (PSK) yang masih di bawah umur.

Rakyatsultra.com, KENDARI – Pada Operasi Pekat Anoa 2021, Kepolisian Sektor Baruga berhasil mengamankan 11 pekerja seks komersial (PSK) yang ternyata usianya masih di bawah umur. Mereka di antaranya, 9 Anak berasal dari kota Kendari , 1 anak dari Kabupaten Kolak dan 1 anak lagi dari Kabupaten Konawe Kepulauan.

 

Penangkapan terjadi di Hotel Grand DDNS yang berlokasi di perempatan Wuawua Kendari pada Selasa 6 April 2021, sekira Pukul 16.00 Wita.

 

Kapolsek Baruga, AKP Gusti Komang Sulastra

Kepada awak media, Rabu (7/4/2021), Kapolsek Baruga, AKP Gusti Komang Sulastra mengatakan Anggota Polsek Baruga melakukan operasi Pekat Anoa di Hotel Grand DDNS, di Jalan Budi Utomo Kelurahan Mataiwoi , Kecamatan Wuawua, Kota Kendari .

 

Selanjutnya anggota Polsek Baruga melakukan pemeriksaan dan pengeledehan di setiap kamar di hotel tersebut. Pada saat pengeledahan ditemukan ada 11 anak perempuan di bawah umur yang tidak memiliki identitas diri seperti kartu tanda penduduk (KTP).

 

“”Kasus prostitusi ini terungkap dari informasi masyarakat. Saat digrebek 11 gadis beliau tersebut berada di kamar berbeda di Hotel DDNS,” ujar AKP Gusti Komang Sulatra saat di temui di kantor Polsek Baruga.

 

Selanjutnya , 11 anak perempuan yang merupakan korban prostitusi online tersebut dibawa ke Mapolsek Baruga bersama Pemilik Hotel DDNS yang bernama AR (inisial) untuk dimintai keterangan.

 

Dari hasil interogasi awal penyidik, 11 gadis belia tersebut mengaku berprofesi sebagai pelayan nafsu hidung belang dengan tarif minimal 400 ribu rupiah bagi pelanggan lokal dan maksimal 2 Juta rupiah bagi pelanggan WNA China. Kuat dugaan sejumlah korban ikut dijajakan kepada WNA China.

 

“ Di antara mereka masih ada pelajar. Mereka ditawarkan untuk melayani pria hidung belang dengan iming-iming uang jutaan rupiah,” kata AKP Gusti Komang Sulastra lagi.

Kepada Polisi, dua korban berinisial TTE dan ANP mengaku , kalau pemilik hotel pernah menawarkan pelanggan WNA China yang menginap di Hotel DNNS untuk booking out sehingga TTE melayani WNA tersebut dengan tarif yang diberikan oleh pemilik hotel AR sebesar 500 ribu rupiah.

 

“Mereka ditawarkan untuk melayani pria hidung belang dengan iming-iming uang jutaan rupiah, setelah mereka melayani pelanggan lokal mereka hanya menerima uang sebesar 400 ribu rupiah dari tarif tersebut,” ungkap Kapolsek Baruga.

 

Polsek Baruga terus mengembangkan kasus ini, AKP Gusti Komang Sulastra tidak menampik dari hasil lidik nanti adanya dugaan masih adanya tersangka lain. “Kami akan lidik lebih dalam , kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus ini,” tegasnya .

Hingga berita ini dimuat pemilik Hotel DDNS berinisial AR belum berhasil dikonfirmasi.

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.