Babak Baru Terkait Kasus Dugaan Plagiat Rektor UHO. Senat Masih Beri Kesempatan Klarifikasi Prof Zamrun, Sedangkan Jamhir Ditunda Sebagai Balon Rektor UHO  

1.400
Ketua Senat Universitas Halu Oleo (UHO), Prof Takdir Salili

Rakyatsultra.com, KENDARI – Senat akan melakukan klarifikasi penelaahan terhadap dugaan plagiasi  Prof Zamrun berdasarkan laporan dari masyarakat dan  memberikan kesempatan kepada Prof Zamrun sebagai yang dirugikan untuk melakukan klarifikasi. Demikian diungkapkan Ketua Senat Universitas Halu Oleo (UHO), Prof Takdir Salili, belum lama ini.

 

“Surat rekomendasi itu belum final untuk menentukan keputusan bahwa pihak tersebut telah melakukan plagiat. Makanya senat ini dimintai persetujuan apakah kita langsung telan mentah-mentah rekomendasi dan dijalankan atau ada tindakan lanjutan untuk menjawab surat ini,” jelasnya.

Penantian Dan Apresiasi 30 Guru Besar UHO  

Terkait dengan rekomendasi dari Dirjen Dikti untuk meloloskan Jamhir sebagai Bolon Rektor UHO itu sementara ditunda oleh Senat karena menunggu klarifikasi dari Prof Zamrun, nanti hal tersebut sudah dilakukan maka senat akan melanjutkan rapat lagi terkait dengan rekomendasi Dirjen Dikti, hal ini disampaikan langsung  Ketua Senat UHO, Prof. Takdir Saili, belum lama ini.

Ia mengungkapkan, batasan waktu paling lambat menurut peraturan Senat terkait pemilihan Rektor UHO paling lambat 2 minggu sebelum masa berakhirnya masa jabatan Rektor UHO sekarang itu harus sudah ada keluar 1 orang nama.

Terjegal Disenat, Mendikbud Loloskan Jamhir Jadi Balon Rektor UHO

“Karena masa jabatan Rektor UHO berakhir pada 18 Juli sehingga dua minggu sebelum itu yaitu 4 Juli paling lama itu sudah harus keluar satu nama, karena untuk menuju ke satu orang pemilih ini, satu bulan sebelumnya yaitu 4 Juli menteri sudah harus mendapatkan hasil 3 besar yang dikirim oleh pihak UHO,” ungkapnya.

 

Ia juga mengatakan, di dalam rekomendasi Dirjen Dikti yang menyatakan bahwa saudara Profesor Zamrun itu melakukan plagiasi itu ada di dalam aturan Permendiknas Nomor 17 tahun 2010, dimana kasus plagiasi ini harus harus ditangani oleh senat bukan yang lain. Yang menyatakan plagiasi itu adalah tim dari pusat padahal aturannya harus Senat, makanya senat meminta waktu untuk melakukan klarifikasi terkait hal itu.

Terbukti Plagiat, Kemendikbud Gugurkan Zamrun dari Balon Rektor UHO

Lanjutnya, kemudian di dalam Permendiknas Tahun tahun 2010 nomor 17 juga menyatakan bahwa sebelum keputusan itu diambil dan menjatuhkan hukuman terkait plagiasi atau tidak,. “Yang bersangkutan harus diberikan kesempatan untuk melakukan pembelaan atau klarifikasi,” pungkasnya.

 

Padahal diberitakan sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui Dirjen Dikti Nizam akhirnya mengeluarkan rekomendasi pencoretan nama Prof. Dr. Muh Zamrun Firihu sebagai bakal calon (Balon) rektor UHO periode 2021-2025, lantaran secara terang benderang melakukan tindakan plagiasi.

 

Rekomendasi itu, tertuang dalam surat bernomor: 0263/E.E4/KP.07.00/2021 tertanggal 15 April 2021 perihal Tindaklanjut Pengaduan Masyarakat, diteken Dirjen Dikti Kemendikbud, ditujukan kepada Ketua Senat UHO.

Senat Akademik UHO Dinilai Keliru Tuding Dr Jamhir Plagiat

Dasar pencoretan Zamrun dilakukan setelah Dirjen Dikti menerima pengaduan masyarakat yang dinilai cukup prinsip, selanjutnya dibentuk Tim Pencari Fakta yang bertugas salah satunya mengumpulkan fakta dan dokumen terhadap pengaduan masyarakat, terkait dugaan plagiasi yang dilakukan salah satu balon rektor, serta seorang dosen yang tidak diloloskan dalam proses penjaringan.

 

Kemudian menyusun rekomendasi atas dua pengaduan tersebut berkaitan dengan proses penjaringan calon Rektor UHO, serta melaporkannya ke Dirjen Dikti melalui Direktur Sumber Daya Kemendikbud RI.

 

“Berdasarkan hasil review dan analisis Tim Pencari Fakta disimpulkan tim menemukan saudara Muh. Zamrun Firihu telah melakukan tindakan plagiasi. Oleh karenanya, berdasarkan Permendikbud Nomor: 19/2017 tentang pengangkatan dan pemberhentian pemimpin perguruan tinggi negeri, serta Permendiknas Nomor: 17/2010 tentang pencegahan dan penanggulangan Tindak Plagiat di Perguruan Tinggi, saudara Muh. Zamrun Firihu tidak memenuhi syarat dalam penjaringan bakal calon rektor UHO 2021-2025,” kata  Nizam dalam surat rekomendasi yang diterima harian Rakyat Sultra, Senin (19/4).

Diduga Ada Plagiat, Penyaringan Balon Rektor UHO Ditunda

Atas hal tersebut, Nizam meminta kepada Ketua Senat UHO untuk menindaklanjuti rekomendasi tersebut, meninjau kembali keputusan senat sesuai notula rapat senat UHO pada 21 Maret 2021 dalam rangka penetapan balon rektor UHO.

Serta melakukan penjaringan ulang dan pendalaman balon rektor UHO periode 2021-2025.

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.