Bank Syariah Indonesia Siap Satukan Layanan Operasional Wilayah Sulawesi

39
Foto bersama usai kegiatan Bank Syariah Indonesia kumpul bareng insan pers di Kendari. Foto: Suprianto/Rakyat Sultra.

 

KENDARI – Bank Syariah Indonesia (BSI) menyatakan kesiapan untuk melakukan proses roll-out (penyatuan sistem layanan) di wilayah Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah dan Gorontalo pada 19 April 2021 mendatang. Roll-out yang akan dilakukan oleh Bank Syariah Indonesia di wilayah tersebut mencakup migrasi rekening nasabah, kartu ATM hingga mobile dan internet banking.

Hal tersebut disampaikan oleh Area Manager Bank Syariah Indonesia (BSI) Palu, M. Arif Gunawan secara daring, bersama Branch Manager BSI Mandonga, Sutoyo, Branch Manager BSI Kendari Silondae 2, Eka Jati dan Branch Manager Kendari MT Haryono, Sulaiman. Mereka memastikan bahwa seluruh tim cabang khususnya di wilayah Sultra yang meliputi outlet-outlet BSI di Kendari, Baubau, Kolaka, Muna dan Lasusua siap untuk melakukan roll-out.

Roll-out merupakan salah satu langkah merger operasional yang dilakukan oleh Bank Syariah Indonesia sejak diresmikan pada 1 Februari 2021 lalu. Proses roll-out akan dilakukan secara bertahap untuk menghindari penumpukan.

Arif mengatakan, salah satu fokus Bank Syariah Indonesia dalam proses roll-out di Sultra adalah proses migrasi nasabah dari bank legacy ke Bank Syariah Indonesia. Dalam proses ini, para nasabah akan diimbau untuk mengganti akun rekening mereka dari bank syariah yang lama (BRISyariah dan BNI Syariah) menjadi akun rekening Bank Syariah Indonesia. Proses migrasi ini bisa dilakukan secara daring dan tatap muka.

“Sebagai informasi, proses integrasi operasional cabang, layanan, dan produk dilakukan mulai 19 April sampai 30 April 2021. Opsi bagi para nasabah untuk melakukan migrasi dengan datang langsung ke outlet (kantor) BSI atau melalui mekanisme digital,” ujarnya, Kamis (8/4/2021).

Dia menjelaskan, untuk keperluan migrasi melalui kantor cabang BSI, nasabah cukup membawa dan menyampaikan buku tabungan/ATM dan KTP (kartu identitas). Selain mendatangi kantor cabang, pihak Bank Syariah Indonesia juga menyediakan platform digital guna keperluan migrasi melalui empat media yaitu via media call centre BSI (14040), via live chat Aisyah (www.bankbsi.co.id, klik live chat), via no.WA Business BSI resmi (081584114040) dan melalui mesin ATM.

“Terkait dengan informasi lebih lanjut mengenai migrasi rekening dan penukaran kartu ATM/debit yang baru, nasabah dapat menghubungi Bank Syariah Indonesia Call 14040 atau ke call centre 3 (tiga) bank asal untuk dapat mengetahui mekanisme dan persyaratan migrasi atau juga mengunjungi situs web resmi Bank Syariah Indonesia www.bankbsi.co.id,” ucapnya.

Dia menguraikan bahwa PT Bank Syariah Indonesia yaitu bank hasil penggabungan dari tiga bank Syariah milik BUMN yakni PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank BRIsyariah Tbk. yang mulai beroperasi pada 1 Februari 2021. Penggabungan ini menyatukan kekuatan ketiga bank syariah tersebut dan bertujuan untuk mengoptimalkan potensi keuangan dan ekonomi syariah Indonesia yang besar.

Lanjutnya, didukung sinergi dengan perusahaan induk (Mandiri, BNI, BRI) serta komitmen pemerintah melalui Kementerian BUMN, Bank Syariah Indonesia memiliki visi untuk menjadi salah satu dari 10 bank Syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar dalam 5 tahun ke depan.

“Bank Syariah Indonesia berstatus sebagai perusahaan terbuka yang tercatat sebagai emiten di Bursa Efek Indonesia (ticker code: BRIS). Pascamerger, Bank Syariah Indonesia adalah bank syariah terbesar di Indonesia. Per Desember 2020, Bank Syariah Indonesia memiliki total aset mencapai sekitar Rp240 triliun, modal inti lebih dari Rp22,60 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 210 triliun, serta total pembiayaan Rp157 triliun. Selain itu laba terkonsolidasi Bank Syariah Indonesia per Desember 2020 mencapai Rp2,19 triliun,” ucapnya

Dia menambahkan, dengan kinerja finansial tersebut, Bank Syariah Indonesia masuk dalam daftar 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset. Dari sisi jaringan, Bank Syariah Indonesia didukung oleh lebih dari 1.241 kantor cabang, sekitar 2.447 jaringan ATM, serta didukung lebih dari 20.000 karyawan yang tersebar di seluruh Nusantara.

“Seluruh aset dan kekuatan ini akan dioptimalkan Bank Syariah Indonesia untuk memberikan layanan dan produk finansial syariah yang lengkap dalam satu atap untuk memenuhi bermacam-macam kebutuhan nasabah dari berbagai segmen, mulai dari UMKM, ritel, komersial, wholesale, dan korporasi baik dalam maupun luar negeri,” tutupnya. (r5/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.