Belum Ada Putusan Apakah Boleh Salat Tarawih di Masjid Atau Tidak

28
Fesal Musaad

 

 

KENDARI – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, Fesal Musaad SPd MPd memastikan pelaksanaan ibadah salat tarawih di bulan suci ramadan 1442 H masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Agama (Kemenag) RI. Pasalnya, pademi Covid-19 belum sepenuhnya teratasi.

Hal ini disampaikan, Fesal saat dimintai keterangan sejumlah awak media, Kamis (1/4/2021) di Kantor Kanwil Kemenag Sultra.

Katanya, kepastian ini masih menunggu panduan pelaksanaan ibadah ramadan dari Dirketorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam (Ditjen Bimas Islam) Kemenag.

“Kita belum bisa pastikan karena masih menunggu panduan pelaksanaan ibadah Ramadan dari Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI. Nah, kita sambil menunggu saja mudah-mudahan besok, lusa sudah ada. Kemarin saya cek, katanya sudah ada panduan, masih menuggu tandatangan pak Dirjen, kita berharap besok sudah ada, secepatnya lebih bagus supaya kita menyampaikan kepada publik. Supaya bersuka cita menyambut datangnya bulan suci ramadan. Mudah-mudahan harapan kita seperti itu,” terangnya.

Menurutnya, kasus positif Covid-19 di Sultra sudah mulai mengalami tren penurunan. Tidak seperti tahun kemarin (awal kemunculan Covid-19, red). Fesal menganggap ini buah kerja keras semua pihak dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Harapan saya semoga salat tarawih berjalan, tetap dengan menerapkan protokol keseharan. Kemudian buka puasa bersama (juga, red) berjalan dengan protokol kesehatan, itu harapan-harapan kita. Tidak seperti tahun-tahun kemarin, apalagi kalau saya baca situasi di Sultra, pertama edukasi tentang protokol kesehatan itu masif. Masif dari media, teman-teman pers, dari Kemenag, terutama dari pemerintah daerah dan gugus tugas. Semua memainkan peran, makanya masyarakat ini sudah teredukasi, sudah hidup dalam kebiasaan baru dan kita bersyukur bahwa Covid-19 di Sultra sudah melandai,” ucapnya lagi.

Meskipun, kasus Covid-19 mulai mengalami tren penurunan, Fesal tetap mengingatkan masyarakat tidak lengah, apalagi terlena dengan tidak memperhatikan protokol kesehatan.

“Jangan kita lengah, terlena, tiba-tiba masker dibuka, tidak cuci tangan, tidak menjaga jarak sehingga bisa menimbulkan cluster baru. Kemenag konsen mengkampanyekan 3M, sekarang kita tambah dua menjadi 5M, pertama memakai masker, kemudian menjaga jarak, menuci tangan. Menghindari kerumunan orang dalam jumlah besar. Kelima menghindari mobilisasi orang, kegiatan-kegiatan kita batasi. Nah inikan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkas Fesal. (r6/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.