Berpolemik dengan Guru, Dikbud Konawe Bela Kepsek SDN Bungguosu

66
Suryadi

 

UNAAHA – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) Suriyadi angkat bicara terkait polemik yang terjadi antara Ketua Komite, Guru dengan Kepala Sekolah (Kepsek) Sekolah Dasar Negeri (SDN) Bungguosu, Kecamatan Konawe, Djarniatin Razak yang sempat bergulir beberapa waktu lalu.

Menurut Suriyadin, karakter Djarniyati Razak sebagai Kepsek yang menurut sebagian anggota Komite disebut arogan karena menerapkan disiplin yang kuat.

Hal ini merupakan semangat Djarniyatin untuk mencapai target layanan pendidikan yang maksimal. Kata Kadis Dikbud, ini pula dapat dilihat dari beberapa perubahan yang terjadi di sekolah itu selama masa kepemimpinan Djarniyatin Razak.

Suriyadi mengatakan polemik antara Kepsek, Komite serta masyarakat itu merupakan dinamika layanan yang harus segerah diselesaikan. Di sisi lain, pihak komite dan orang tua siswa berhak untuk mengevaluasi atau mengontrol layanan pendidikan secara umum di sekolah. Namun di sisi lain juga, pihak sekolah harus memperhatikan kedisiplinan bagi siswa dan guru agar layanan pendidikan berjalan dengan baik.

“Pada saat muncul riak awal, kami bersama tim langsung turun dan bertemu dengan pemerintah setempat dalam hal ini camat dan lurah, serta dihadiri oleh komite dan orang tua siswa, dan kami beranggapan bahwa permintaan pergantian ini lebih kepada suka dan tidak suka,” kata Suriyadi kepada sejumlah awak media di kantornya, Senin (5/4/2021)

Suriadi bilang, terkait sifat arogansi Kepsek SDN Bungguosu yang disebut-sebut sebagai dasar kuat gerakan penolakan ini, memiliki alasan dari Djarniyatin. Sebab, beberapa fakta yang ia temukan terkait dengan perubahan yang cukup signifikan di sekolah tersebut, seperti pembangunan dan penataan wajah sekolah yang saat ini bisa dilihat perubahannya, serta peningkatan layanan pendidikan. Terbukti dengan dijadikannya sekolah tersebut sebagai sekolah percontohan.

“Saya juga dapatkan informasi bahwa tenaga pengajar dalam hal ini guru-guru di sekolah tersebut lebih disiplin dalam menjalankan tugasnya. Nah inilah yang mungkin belum bisa diterima oleh beberapa guru dan orang tua siswa, sehingga mengatakan bahwa kepsek ini arogan,” ujarnya.

Fakta lain yang ditemukan pihak Dikbud adalah adanya miskomunikasi yang terjadi antara Kepsek SDN Bungguosu dengan pemerintah kelurahan, namun hal itu masi dalam lingkup kawajaran, mengingat Djarniyatin baru menjabat.

“Masalah orang tua yang keberatan itu mereka tidak menyekolahkan lagi anaknya disitu dan itu fakta,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas), Tira Liambo menjelaskan kepada awak media mengenai pembangunan yang dilakukan Djarniyati Razak dalam waktu singkat itu patut di apresiasi, namun yang jadi masalah itu sifat arogansinya.

“Sejak awal kedatangan Kepsek tersebut memang sudah ada riak terkait ada guru yang telah dikeluarkan dan kami belum tahu masalah apa guru tersebut lakukan sehingga dia dikeluarkan,” tutur Tira.

Selain itu, Tira membeberkan, ada masalah lain, yakni ada guru yang tinggal disekolah tersebut bersama keluarganya disuruh mencari tempat tinggal lain karena ruangan tersebut akan difungsikan kembali menjadi perpustakaan.

“Pandangan kami, mereka merasa tidak nyaman karena kepemimpinan Kepsek yang sekarang dan yang sebelumnya itu berbeda,” bebernya.

Menurut Tira, kemungkin mantan Kepsek yang sebelumnya memberikan keleluasaan kepada gurunya apa yang mereka lakukan dan inginkan itu tidak menjadi masalah, begitu datang Kepsek yang sekarang mungkin mereka merasa berat bagi mereka.

Kabid Dikdas juga menambahkan memang dari Diknas itu menginginkan sosok pemimpin sekolah yang disiplin. Iamemang menginginkan diterapkan kedisiplinan yang tinggi di sekolah. Namun menurut istilah bukan disiplin kaku.

Dia bilang, Djarniyati bukan disiplin kaku juga, karena kedisiplinan yang diterapkannya sudah sesuai.

“Yang jelas dari hasil pantauan saya, belum setahun dia menjabat saya sudah melihat kalau Djarniyati sudah mulai menata pembangunan di sekolah, walau baru beberapa bulan sudah ada perubahan yang signifikan,” pungkasnya. (cr2/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.