Bupati Kery Sebut Konawe Masa Depan Indonesia

65
Komplek PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) Morosi

 

UNAAHA – Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa mengungkapkan, saat ini Konawe membuka diri menjadi daerah surga investasi. Ungkapan itu bukan sekadar isapan jempol belaka. Tercatat, pada tahun 2020, nilai investasi yang masuk ke Konawe mencapai Rp36,2 Triliun.

Besarnya investasi yang masuk juga sejalan dengan terbukanya lapangan kerja. Di VDNI dan OSS saat ini ada puluhan ribu tenaga kerja lokal yang direkrut. Mereka adalah pekerja dari Konawe, daerah-daerah lain di Sultra, bahkan dari provinsi lainnya di Indonesia.

“Investasi terbesar dan yang membuka lapangan kerja besar-besaran itu ada di Morosi (VDNI dan OSS),” ucapnya.

Bahkan, perusahaan pemurnian nikel PT VDNI di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe juga nampak serius dalam mengatasi kebutuhan pendidikan. Perusahaan itu berencana akan membangun Politeknik Industri dalam waktu dekat Universitas tersebut akan berada di dalam Kawasan Industri Morosi, Konawe.

Politeknik tersebut akan dinamakan Virtue Dragon Institute of Technology dan akan dimulai proses pembangunannya pada tahun 2021 ini.

Politeknik ini akan diprioritaskan untuk warga lokal, karena diharapkan dapat menyerap siswa-siswi SMA/SMK yang baru lulus dari sekolah terdekat dengan Kawasan Industri Morosi, terutama yg berdekatan dengan area pabrik smelter untuk bisa praktek kerja. Meskipun demikian, ke depannya penerimaan siswa akan dibuka untuk umum sehingga bisa menyerap siswa dari wilayah lainnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Konawe ini menuturkan, mega industri di Routa direncanakan berada diatas lahan seluas 3.860 hektare. Di atas lahan itu, bakal dibangun semua infrastruktur pendukung dalam jangka waktu lima tahun.

“Nanti, investasi yang tidak kalah besar lainnya akan segera dibuka di Routa. Konawe akan kembali diserbu pada pencari kerja dari seluruh Indonesia,” terangnya.

Kery bilang, Investor Tiongkok siap menyuntikkan dana segar sebesar 5 Miliar USD (sekira Rp 60 Triliun) untuk membangun kompleks pabrik nikel, lithium dan kobalt di wilayah paling barat Konawe itu.

Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa

Bahkan saat ini, ia sedang berjuang di pusat agar status Kecamatan Routa sebagai kawasan penyangga industri di Morowali (Sulawesi Tengah) bisa diubah menjadi kawasan inti industri.

Perjuangannya itu dilakukan untuk mempercepat masuknya investasi asing yang ingin membangun kompleks pertambangan di Routa berbendera PT. Indonesia Konawe Industrial Park (IKIP).

“Kita tidak menutup ruang terkait investasi, asalkan sesuai rambu-rambu aturan dari pemerintah. Sebab, investasi itu memberikan dampak positif, diantaranya bagi penurunan angka kemiskinan dan pengangguran di Konawe,” bebernya.

Kerja cerdas pemerintah kabupaten (pemkab) Konawe ditangan Kery Saiful Konggoasa dan Wakilnya Gusli Topan Sabara bakal kembali terukir. Di samping sektor andalan yakni pertanian, perikanan dan peternakan.

Kery memandang investasi dari luar bakal menjadi jawaban atas keinginannya memajukan sekaligus memakmurkan daerah. Bahkan, Kery mengaku, Konawe siap menjadi penyangga kebutuhan pangan nasional. Khususnya Indonesia Timur.

“Kita punya lahan sawah 42,5 ribu hektar. Sekali panen dengan rata-rata minimal 5 ton gabah per hektarnya, itu sudah 212,5 ribu ton gabah. Bayangkan kalau setahun kita bisa dua sampai tiga kali panen. Produksi ini sudah bisa menyangga kebutuhan pangan di luar Konawe, bahkan ke daerah lain di luar Sultra,” tambahnya.

Dua contoh menurut Kery, menjadikan Konawe sebagai masa depan Indonesia. Menjadi daerah dengan surga investasi yang menyediakan stok lapangan kerja, serta menjadi daerah yang juga mampu menjadi penyumbang stok pangan nasional.

“Jangan malu menjadi orang Konawe. Karena, menurutnya, Konawe adalah masa depan Indonesia. Konawe ini adalah masa depan Indonesia. Kita suda buktikan itu,” tegas Kery. (cr2/b/aji) 

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.