Delapan Persen DAU Mubar Direfocusing

29
Raden Djamun Sunyoto

 

LAWORO – Tahun ini, anggaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muna Barat (Mubar) kembali Direfocusing. Anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) itu, terpangkas sebesar delapan persen dari total yang ada.

Pemangkasan yang dilakukan pemerintah pusat, berkaitan dengan pencegahan Covid-19 untuk vaksinasi serta pendukung-pendukung lainnya.

Dari total DAU yang diplotingkan tahun ini sebesar Rp 365 miliar, nominal itu bakalan berkurang. Dengan adanya refocusing sebesar 8 persen, jumlah anggaran yang terpangkas kisaran Rp 24 sampai Rp 30 miliar. Makanya, seluruh perencanaan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diformat ulang, tetapi tetap memperhatikan target RPJMD.

“Refocusing sebesar 8 persen DAU. Sehingga, seluruh perencanaan OPD diatur ulang. Dengan tidak mengesampingkan RPJMD tahun kemarin,” aku Kepala Bappeda Mubar, Raden Djamun Sunyoto, diruang kerjanya, Senin (12/4/2021).

Raden mengaku, refocusing tahun ini, berbeda dengan tahun lalu, saat meledaknya virus Corona. Anggaran dipangkas hingga tiga kali dengan mencapai Rp 40 miliar. Nah, untuk tahun ini, cuman dilakukan sekali refocusing.

“Tahun ini cuman sekali. Jadi, kita menyederhanakan belanja modal, menyiapkan dana tak terduga. Tahun lalu itu, hampir Rp 100 miliar. Syukur Alhamdulillah, Mubar tidak terlalu. Jadi, refocusing hanya DAU dan Dana Insentif Daerah. DID tidak semua daerah dapat,” jelasnya.

Bicara dampak dari refocusing, lanjut Raden, secara langsung memang tidak ada. Akan tetapi, dampak tidak langsung berimbas pada pertumbuhan ekonomi. Namun, Mubar tidak begitu signifikan.

“Indonesia itu pertumbuhan ekonomi tahun lalu, mencapai 5,2 persen turun menjadi 3 persen. Kalau provinsi itu, pertumbuhan ekonomi 6 persen menjadi minus 0.5 persen. Kalau kita di Mubar, tahun lalu, 6,9 persen menjadi 0,42 persen. Tapi itu positif karena sektor utama masih bergerak. 2021 ini belum keluar. Angka itu dari statistik,” pungkasnya. (m1/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.