Dinas Pertanian Minimalisasi Agar Gabah Petani Tak Keluar Daerah

7
Ilustrasi gabah petani

 

RUMBIA – Dinas Pertanian Kabupaten Bombana berupaya agar gabah hasil petani tidak ke luar kabupaten. Kini Dinas terkait berkoordinasi dengan pihak Bulog dan penggiling gabah lokal untuk meningkatkan daya beli petani.

Plt Kadis Pertanian Bombana, Muhammad Siarah mengatakan, saat ini banyak gabah petani dibawa ke luar Bombana, hal ini disebabkan gudang penyimpanan kecil dibanding hasil produksi petani.

“Hasil produksi gabah sekali panen itu kurang lebih 70 ribu ton, sedangkan daya tampung Bulog berkisaran sembilan ribu ton bahkan sampai 20 ribu ton, ditambah pembeli lokal hanya bisa menampung 20 ribu ton. Sisanya itu dibawa ke luar Bombana, ” ujar Siarah.

Dia menjelaskan, tentu pembelian gabah dengan beras itu jau beda harganya. Petani menjual gabah itu untungnya kecil dibanding beras utuh.

” Untuk itu saat ini kami dari pihak pertanian sedang berkoordinasi dengan pihak Bulog dan pabrik penggilingan padi lokal untuk meningkatkan daya beli, agar gabah hasil pertanian kita tidak ke luar,” tuturnya.

Dia menambahkan, pihaknya memberikan dua alternatif dalam dalam meningkat daya beli gabah, yang pertama meminta kepada pihak Bulog untuk meningkatkan lagi daya serap beli gabah kepada petani, yang kedua akan melakukan kerja sama dengan pihak perbankan untuk mempermudah memberikan modal kepada pemilik pabrik lokal, supaya daya beli mereka juga meningkat.

“Kami pernah melakukan diskusi dengan pemilik penggilingan gabah, kurang lebih 19 penggiling hal yang paling menjadi kendala adalah rata-rata sumber permodalan, ” tutupnya. (din/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.