Jelang Ramadan, TPID Sultra Pantau Harga Bahan Pokok

Ada Kenaikan Harga hingga 40 Persen

15

 

 

 

Suasana sidak Tim Pengendalian Inflasi Daerah Provinsi Sultra di pasar tradisional Mandonga. Foto: Jufrianto/Rakyat Sultra.

 

KENDARI – Jelang bulan suci Ramadan 1442 Hijriah/ 2021 masehi, berbagai instansi yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), melakukan inspeksi dadakan (sidak) harga-harga bahan pokok baik di pasar-pasar tradisional maupun pasar modern di Kota Kendari.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra, Siti Saleha mengungkapkan bahwa pihaknya tergabung dalam TPID Sultra melakukan pemantauan harga bahan pokok di pasar tradisional Madonga, pasar Sentral Kota, gudang bulog dan pasar retail yang ada di Kendari.

“Kami melakukan pemantauan dan stabilisasi harga kemudian memastikan ketersediaan stok. Harga berangsur turun jika dibandingkan pekan sebelumnya. Jadi, kondisi harga mengalami kenaikan namun tidak terlalu signifikan. Masih bisa dijangkau oleh masyarakat,” ungkapnya saat ditemui di gudang Bulog Sultra, Kamis (8/4/2021).

Dia menuturkan, pedagang tidak boleh memainkan harga melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) seperti gula pasir, minyak goreng dan daging beku. Ketika ada yang bermain dan melakukan penimbunan maka akan ditindak tegas. Pihaknya setiap hari memantau harga dan masih tersedia stok yang cukup.

Lanjutnya, semua sudah berjalan di massa pandemik ini, pasalnya daya beli masyarakat juga semakin baik. Terbukti dipenjualan daging tidak ada kenaikan harga, kegiatan ekonomi sudah mulai membaik. Kenaikan harga juga masih bisa terkendali dan dijangkau oleh masyarakat.

“Kenaikan harga tersebut masih fluktuatif, dimana untuk kenaikan cabai hampir 40 persen dari harga Rp35 ribu per kg naik menjadi Rp60 ribu per kg. Kemudian harga wortel dan kentang, semula Rp15 ribu per kg menjadi Rp20 ribu per kg. Sedangkan kenaikan harga beras dari Rp8.000/liter menjadi Rp9.000/liter,” ucapnya.

Sementara itu, Sekretaris daerah (Sekda) Provinsi Sultra, Hj Endang mengungkapkan bahwa, pihaknya melakukan pemantauan harga bahan pokok, khususnya sembilan bahan pokok mendasar yang diperlukan masyarakat.

“Alhamdulillah hasilnya untuk ketersediaan stok yang cukup aman dan ada sedikit kenaikan harga diberbagai bahan makanan seperti cabe, kentang, wortel dan beras. Tapi memang saat kita cek, kenaikan harganya dari petani sendiri,” ungkapnya.

Dijelaskan, kenaikan harga sebagian bahan pokok, selain bersumber dari petani juga karena faktor cuaca sehingga produksi petani berkurang. Disisi lain, permintaan masyarakat meningkat sehingga gejolak kenaikan harga terjadi.

“Kalau beras mengalami sedikit kenaikan harga dipengaruhi distribusi dan tingginya permintaan dari masyarakat,” tutupnya. (r5/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.