Kisah Kartini-Kartini di Kawasan Industri Morosi

1.408

 

Dua kartini Sultra yang kini sukses berkarier di Kawasan Industri Morosi, Kabupaten Konawe.

 

UNAAHA – Perempuan dan smelter dianggap bukanlah pasangan yang umum didengar. Karena biasanya dunia smelter atau pabrik pengolahan sangat didominasi oleh laki-laki dengan berbagai alasan.

Panasnya mesin-mesin pabrik, besarnya risiko pekerjaan, hingga minimnya kehidupan sosial karena lokasinya yang berada di daerah terpencil, menjadi beberapa stigma yang kerap kali menjadi pembatas untuk perempuan memilih profesi ini.

Semakin berkembangnya zaman dan teknologi pun diikuti dengan perubahan pola pikir. Perempuan-perempuan dengan potensi dan kemampuan mumpuni makin banyak yang berminat untuk masuk ke industri ini.

PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) sebagai perusahaan yang bergerak di sektor pengolahan produk turunan dari bijih nikel pun tidak membedakan atau membatasi kiprah perempuan dalam proses perkembangan perusahaan.

Sedari awal saat proses rekrutmen hingga perjalanan karier karyawan, latar belakang gender tidak dijadikan sebagai landasan pertimbangan. Artinya, seluruh karyawan VDNI dan OSS memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang tanpa ada perbedaan gender.

Hal ini diamini oleh Israwati, 28 Tahun, karyawan asal Kecamatan Bondoala yang sudah 4 tahun bekerja di VDNI. Menurutnya, di smelter tempatnya bekerja tidak pernah membeda-bedakan orang lain berdasarkan gender.

“Di situ benar-benar dilihat kemampuan skillnya. Tidak ada karena laki-laki jadi ke lapangan. Tetapi kita juga perempuan kalau penasaran dengan adanya alat ini alat itu, namanya tau tapi kita nggak tau fungsinya apa, kita bisa juga langsung turun. Jadi nggak ada istilah kamu laki-laki atau kamu perempuan,” terangnya ketika ditemui di Kawasan Industri Morosi, Kabupaten Konawe, Rabu (14/4/2021).

Di PT VDNI dan PT OSS, profesionalisme dan etos kerja menjadi landasan utama dalam setiap pengambilan keputusan, bukan soal gender. Jumlah karyawan perempuan yang terus meningkat dari tahun-ke tahun menjadi bukti tersendiri. Tercatat sampai saat ini, PT VDNI memiliki 391 karyawan perempuan dari total 5.824 karyawan. Sedangkan PT OSS memiliki 945 karyawan perempuan dari total 7.799 karyawan.

Fasilitas perusahaan yang terus dikembangkan juga menjadi alasan semakin banyaknya perempuan yang tertarik untuk bekerja di Kawasan Industri.

Seperti diceritakan oleh Upi Sri Rahayu yang sudah 2 tahun bekerja di PT OSS sebagai Admin Divisi Batching Plant.

“Fasilitasnya semakin bagus. Lingkungannya juga semakin tertata rapi dan sarana transportasinya semakin mendukung. Sebelumnya belum ada kendaraan umum seperti bus, sekarang sudah ada bus dari asrama ke masing-masing divisi. Jadi memudahkan untuk berangkat dan pulang kerja,” ujar Upi ketika ditemui di Kawasan Industri Morosi.

Tak hanya dari segi fasilitas, kesempatan untuk mengembangkan diri dan karier pun dibuat sama setiap karyawan. Hal ini terbukti dengan semakin banyaknya perempuan yang menduduki posisi-posisi strategis di PT VDNI dan OSS.

Isra yang kini menempati jabatan sebagai Translator dan Admin Divisi Peralatan Smelter pernah dikirim ke China untuk mendapatkan pendidikan Bahasa Mandarin dan juga belajar mengenai proses produksi sebuah smelter nikel langsung di Jiangsu Delong Nickel Co., Ltd. Selama 1 tahun, seluruh kebutuhan Isra ditanggung penuh oleh perusahaan.

“Kita belajar di kampus dengan teknologi yang memang memadai. Setelah itu kita ke perusahaan pusat yang di China. Jadi kita di sana langsung praktek turun ke lapangan. Karena bekalnya kita untuk belajar masalah produksi itu nggak bisa kalau bahasanya kita nggak ada sama sekali. Jadi makanya ditingkatkan dari bahasanya dulu, baru masuk ke teknisnya,” ujar Isra menceritakan pengalamannya.

Sebagai perempuan, dukungan dari orang-orang terdekat seperti keluarga diakui menjadi faktor penting yang menjadi energi tambahan dalam menjalani profesi sehari-hari. Didikan orang tua sejak kecil mendorong anak-anaknya untuk selalu percaya diri menjadi prinsip yang dipegang Isra dalam menjalani aktivitas pekerjaannya.

“Orang tua saya selalu berpesan, ‘jangan dipikirkan ini kerjaan laki-laki atau perempuan, karena itu cuma membatasi diri sendiri untuk bisa berkembang’. Jadi itu yang saya pegang, selama apa yang saya lakukan itu positif, maka tidak ada yang perlu ditakutkan,” tegas Isra.

Terkait kondisi ke depan, keduanya berharap agar PT VDNI dan PT OSS bisa semakin berkembang dan berkontribusi terhadap perekonomian baik di Sulawesi Tenggara maupun untuk Indonesia secara luas.

“Dengan berkembangnya suatu perusahaan pastinya akan menyerap tenaga kerja lebih banyak. Sehingga pengangguran akan lebih berkurang dan perekonomian masyarakat juga akan lebih baik,” ujar Upi.

Sementara Isra menitipkan pesan bagi perempuan-perempuan yang ingin berkarier di lingkungan kerja seperti Smelter atau industri nikel seperti dirinya agar jangan takut untuk mencoba.

Ia yakin, baik laki-laki maupun perempuan sama-sama bisa menyelesaikan pekerjaan yang diberikan asal dikerjakan dengan sungguh-sungguh.

“Jadi jangan pernah berpikir begitu sebelum kita jalani. nggak usah pikirkan hasilnya kita berproses saja dulu. Karena kalau pun kita tidak berhasil, kita tetap dapat pengalaman di situ,” tutupnya. (aji) 

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.