Laode Ida : Tindakan Plagiat Tidak Boleh Ada di Lingkungan Universitas.

747

 

Laode Ida

Rakyatsultra.com, KENDARI – Mantan komisioner Ombudsman RI (ORI), DR Laode Ida mengapresiasi langkah Kemen- terian Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia melalui Dirjen Pendidikan Tinggai (Dikti) yang sudah melaksanakan rekomendasi ORI dengan benar terkait kasus dugaan plagiat yang me- lilit Rektor UHO, Prof DR Muh Zamrun F. berdasar- kan prinsip pengelolaan pemerintahan yang baik.

 

Dikatakannya nilai-nilai yang harusnya dijunjung tinggi oleh akade- misi dan unsur kampus seperti nilai kejujuran, moralitas dan integritas harus ditegakkan, sehingga tindakan plagiat tidak boleh ada di lingkungan universitas.

Karena lanjutnya, dari segi aturan, tindakan plagiat sudah sangat jelas melanggar dan yang lebih mendasar lagi yaitu ada nilai yang diinjak-injak, yakni kejujuran, moralitas dan integritas. “Jadi, itu seharusnya dijun jung tinggi oleh seluruh civitas akademika Universitas Halu Ole, makanya Kemendikbud sekarang mengeluarkan surat tersebut sangat tepat,” ungkapnya saat dihubungi melalui tele- pon selulernya, Selasa kemarin (20/4/2021). Dikatakannya, kampus harus memberikan contoh teladan yang baik, bagaimana nilai-nilai tersebut dijunjung tinggi. Kalau

 

sudah kasus seperti plagiat Prof Zamrun tersebut, maka orang buta hurufpun, tegasnya lagi, akan mengatakan itu plagiat, karena banyak unsur kesa- maannya. “Jadi terus terang saya sangat mengapresiasi  surat dari Kemendikbud sebagai rujukan. Karenanya, surat tersebut lebih mencerahkan dan bisa membawa UHO lebih baik ke depannya, dimana nilai- nilai kejujuran di kampus harus dikedepankan,” pungkasnya.

Sementara itu Prof. Zamrun yang bermaksud dikonfirmasi terkait dugaan plagiat yang dituduhkan kepadanya, hingga berita ini dimuat belum berhasil ditemui wartawan

Sementara itu, dilansir dari rightnewskendari.com. Selasa (20/4/2021). Asisten Utama Resolusi Monitoring (Resmon) Ombudsman RI, Dominikus Dalu, megatakan Ombudsman RI telah menyurat ke Presiden atas permintaan atensi karena rekomendasi Pada Tahun 2018 yang dilayangkan Ombudsman, belum dieksekusi sampai Tahun 2021 ini.

 

“Kami bersurat ke Presiden RI untuk mengantensi rekomendasi yang kami berikan kepada Menristekdikti yang saat ini melebur dalam Dirjen Mendikbud, agar Rekomendasi Plagiat yang dilakukan oleh Dosen yang saat ini menjabat sebagai Rektor UHO, dan lolos sebagai bakal calon Rektor lagi, untuk dieksekusi. Mesti dijalankan rekomendasi kami, sesuai Undang-undang,”tuturnya.

 

Dominikus menuturkan, rekomendasi ini merupakan bagian dari menjalankan undang-undang. Makanya kami berharap agar Mendikbud menjalankan rekomendasi tersebut. Menurut dia, bersuratnya Ombudsman mengenai kasus ini, lantaran sikap Menristekdikti saat itu sangat lama, dan kemudian ada pelaporan baru dari masyarakat yang meminta perkembangan kasus ini.

“Sehingga sebagi fungsi pelayanan publik, maka kami bersurat dan kami berharap Presiden dan Ketua DPR RI agar mengatensi hal ini,”katanya.

Ditanyakan mengenai surat keputusan tim pencari fakta Dirjen Risetdimti Mendikbud R yang dikeluarkan tanggal 15 April berkaitan dengan plagiasi Muh Zamrun Firihu? Dominiku bilang bahwa surat putusan ini belum diterima Ombudsman RI. Pada prinsipnya jika rekomendasi Ombudsman dijalankan maka, itu adalah hal yang baik.

“Karen sesuai yang diamanatkan undang-undang kami memberikan pengawasan dan pelayanan kepada publik,”katanya. (P2/ Rightnewskendari)

 

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.