Polisi: 13 Orang Ditangkap Terkait Pemufakatan Jahat Saat Aksi Demonstrasi di PT Tiran.

186
Massa Aksi Saat Ingin Melakukan Pembakaran di Jembatan penghubung jalan produksi milik PT Tiran Group Indonesia (TGI), Foto : Istimewa

 

Konawe Utara – Kasat Reskrim Polres Konawe Utara Iptu Rahmat Zamzam SH.,MH., mengatakan   ada 13 orang pelaku ditangkap dan diperiksa di Polres Konawe Utara berkaitan dengan adanya permufakatan jahat untuk membakar Jembatan penghubung jalan produksi milik PT Tiran Group Indonesia (TGI),

Kasat Reskrim Polres Konawe Utara Iptu Rahmat Zamzam SH.,MH.,
Kasat Reskrim Polres Konawe Utara Iptu Rahmat Zamzam SH.,MH.,

Iptu Rahmat  menuturkan, massa aksi mulai menggelar aksi demonstrasi sejak Kamis 22 April 2021, untuk menuntut janji PT Tiran Group Indonesia mengenai tanggung jawab perusahaan terhadap lahan dan dampak terhadap aktivitasnya.

” Di hari kamis mereka bakar ban, tapi di hari itu kami tidak ada tindakan hukum,” katanya

Lanjut Rahmat menerangkan,  di hari berikutnya,  Jumat 23 April 2021, masyarakat melakukan aksi lanjutan  untuk menindaklanjuti tuntutan mereka.  Pada hari itu juga salah satu dari massa aksi  memerintahkan mereka untuk menaruh ban dan menyiram bensin di bawah jembatan tersebut dengan tujuan mufakat jahat mereka merencanakan untuk merobohkan jembatan tersebut.

Lanjut Rahmat mengatakan,  Karena hal itu massa aksi tidak bisa menahan diri. Mereka turun ke bawah jembatan  mereka bakar semua, sehingga jembatan tersebut rusak. Karena mereka melakukan perbuatan itu, maka polisi melakukan tindakan hukum berupa penangkapan,

 

“Ini dibuktikan oleh mereka setelah jam 4 sore tadi  belum ada uang itu,  maka mereka langsung membakar jembatan sehingga kami menangkap 13  pelaku pembakaran tersebut,” ucap rahmat zam-zam saat di konfirmasi Harian Rakyat Sultra. Sabtu (24/4/2021)

Setelah diperiksa ke 13 orang ini mengakui perbuatannya masing-masing, dan dua orang terbukti membawa senjata tajam. Hal itu dibuktikan dengan adanya  bensin yang telah mereka siapkan untuk melakukan pembakaran jembatan dan meminta agar pihak PT Tiran segera memberikan dana CSR kepada mereka.

 

“13 orang itu masing-masing berperan, 7 orang yang membakar, 4 orang yang membawa bensin untuk membakar dan  2 orang yang membawa senjata tajam,” sebut Rahmat.

 

Dilansir dari Detiksultra.com, Koordinator Lapangan (Korlap), Mustaman mengatakan, dirinya bersama massa aksi lainnya mulai menggelar aksi demonstrasi sejak Kamis 22 April 2021.

Pihaknya mendatangi perusahaan dengan tujuan untuk menuntut janji PT. Tiran Group Indonesia mengenai tanggung jawab perusahaan terhadap lahan dan dampak terhadap aktifitasnya.

 

Saat aksi dihari pertama itu, sekitar pukul 15.00 Wita, lanjut dia, masyarakat bertemu dengan pihak perusahaan yang difasilitasi oleh Polsek Wiwirano.

Dari proses fasilitasi tersebut, pihak perusahaan meminta tenggang waktu selama 10 hari setelah lebaran Idul Fitri untuk menindaklanjuti tuntutan masyarakat.

Namun dari hasil pembicaraan itu, masyarakat menolak permintaan dari pihak PT Tiran Group Indonesia, dan pada akhirnya sekitar 20 orang masyarakat menginap di lokasi perusahaan.

Kemudian dihari berIkutnya, tepatnya Jumat 23 April 2021, masyarakat melakukan aksi lanjutan dengan mass tambahan sekitar 200 orang menuju lokasi PT Tiran Group Indonesia, untuk menindaklanjuti tuntutan mereka.

Pada saat aksi berlangsung, pihak perusahaan berjanji, pukul 16.00 Wita akan mengadakan rapat dengan direktur perusahaan. (P2)

 

 

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.