Ramadan Membentuk SDM yang Agamais

73

 

 

Oleh: Hj. Andi Merya Nur, S.IP.*

 

Ramadan merupakan bulan yang memiliki nilai yang sangat tinggi bagi seorang muslim. Tak hanya sebagai bulan pengampunan dosa, segala bentuk ibadah pun diganjar pahala berlipat ganda oleh Allah SWT.

Puasa bukanlah sekadar menahan diri dari makan dan minum sejak terbit hingga terbenamnya matahari. Lebih dari itu, puasa mempunyai tujuan mendidik jiwa, mengendalikan hawa nafsu sehingga sanggup mengatasi godaan berbuat dosa.

Olehnya tak salah jika bulan Ramadan, apalagi didalamnya ada ibadah puasa Ramadan, menjadi momen membentuk sumber daya manusia (SDM) yang agamais, baik dilingkup spiritual kepada sang pencipta, maupun dalam dimensi sosial.

Dalam lingkup hubungan kepada sang pencipta, Ramadan menjadi jalan mendongkrak ketakwaan. Selain ibadah wajib, begitu banyak amalan sunnah seperti salat tarawih dan lainnya yang patut ditingkatkan aktivitasnya dibanding bulan-bulan lainnya.

Dengan demikian, melalui bulan Ramadan, umat muslim berpeluang menyempurnakan kehidupan spiritualnya dengan memperkuat hubungan kepada Allah SWT. Ini juga menjadi ajang perlombaan untuk bertobat dan berubah menjadi insan yang lebih baik.

Selain kebaikan dalam lingkup spiritual kepada Allah, ibadah puasa dalam dimensi sosial pun tak kalah cemerlangnya. Setiap umat muslim wajib menahan amarah, fitnah, dan kata-kata kasar, apalagi yang dapat menyakiti hati orang lain.

Puasa juga merupakan momen untuk mengasah kecerdasan emosional, terutama kesabaran. Apabila seseorang berhasil menjadi penyabar, maka ia akan lebih tenang menjalani kehidupan dan lebih siap menjalin hubungan sosial serta bekerja sama dengan orang lain.

Berita terkait

Ramadan Mengasah Kepedulian Sosial

Realita di dalam negeri saat ini, kualitas moral para generasi muda, khususnya yang masih duduk di bangku sekolah tampaknya mengalami penurunan. Suguhan informasi begitu banyak menyebutkan kasus perilaku negatif dari para pelajar.

Belakangan ini kita sering mendengar, membaca atau menonton berita dari berbagai media perihal kasus siswa yang melawan kepada guru di sekolah, tawuran, melakukan pencurian, aksi bully, hingga terlibat dalam lingkaran prostisusi.

Hadirnya Ramadan menjadi peluang emas untuk membendung perilaku menyimpang dan membentuk karakter pemuda-pemudi kita kearah positif, tak terkecuali dalam konteks dunia pendidikan, karena biasanya di bulan ini, begitu banyak tradisi kebaikan, seperti pesantren kilat di sekolah, mengadakan aksi sedekah, dan berbagi santapan buka puasa.

Sehingga dengan menjalankan serangkaian ibadah di bulan Ramadan, dan menjalankan program keagamaan di sekolah, maka tujuan pendidikan nasional dapat tercapai, yakni melahirkan manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, sesuai yang tercantum dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sikdiknas

Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) tentunya menjadikan pembangunan manusia yang agamais sebagai skala prioritas, bahkan ini menjadi visi dalam pemerintahan Samsul Bersama Merya (SBM).

Pembangunan karakter di sekolah masing-masing, menjadi program khusus, baik didalam maupun luar bulan Ramadan. Pemerintah selalu mendorong anak muda agar lebih mencintai Alquran, salah satunya yakni memberikan hadiah kepada peraih medali dalam ajang STQH Sultra beberapa waktu lalu.

Pemerintah selalu mendorong pembangunan dan perbaikan Masjid, bahkan hingga ke daerah terisolir, termasuk memberikan sumbangan untuk peningkatan sarana dan prasarana beribadah. Ini demi menumbuhkan semangat dan takwa umat muslim dalam meraih rahmat dan rida Allah SWT.

Dalam setiap kunjungan safari Ramadan di beberapa titik, pemerintah selalu ikut dalam momen buka puasa bersama, salat magrib, Isya, dan sunnah tarawih secara berjemaah. Ini menjadi momen membangun kebersamaan dalam bingkai Ramadan bersama masyarakat.

“Sangat tepat jika puasa secara langsung membentuk karakter dan perilaku baik manusia, baik itu hubungan kepada Allah maupun sesama manusia. Kami dari Pemda Koltim sadar sadar akan hal itu, sehingga berbagai upaya kami lakukan. Semoga di bulan Ramadan ini, SDM yang agamais dapat tercipta, khususnya di Koltim yang kita cintai ini,” tutup Andi Merya Nur. (p1)

 

*Plt Bupati Koltim

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.