Tenaga Medis Konawe Tuntut Pembayaran Honor Penanganan Pasien Covid-19

30

 

 

Puluhan tenaga medis Covid-19 Konawe di dampingi Forum Masyarakat Bersatu untuk Kemanusiaan (Formak) Konawe saat berunjuk rasa di depan Kantor Kejari Konawe. Mereka menuntut honor mereka yang belum dibayarkan. Foto Ashry/Rakyat Sultra. 

 

 

UNAAHA – Sejumlah Tenaga medis di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi unjuk rasa di Dinas Kesehatan Konawe, gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), dan Kejaksaan Negeri Konawe pada Senin (12/4/2021).

Pada aksi tersebut, Forum Masyarakat Bersatu untuk Kemanusiaan (Formak) Konawe mendampingi sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas secara khusus untuk menangani pasien yang menderita gejala penyakit Corona Virus Desease (Covid-19).

Aksi ini digelar guna menuntut hak-hak (dana insentif) mereka yang sudah delapan bulan belum dibayarkan sejak September 2020 hingga April 2021.

Seorang petugas Nakes yang ditemui awak media menjelaskan, bahwa sebenarnya yang mereka tuntut adalah haknya selama empat bulan pada tahun 2020, sesuai Surat Keputusan (SK) Bupati Konawe.

Di mana mereka yang belum dibayarkan honor insentifnya selama 4 bulan meliputi perawat bidan Rp7,5 juta per orang, laboratorium sama apoteker Rp5 juta per orang, dokter umum Rp10 juta per orang dan dokter spesialis Rp15 juta per orang. Jika ditotalkan seluruh tenaga kesehatan di Konawe yang masih belum dibayarkan sebanyak Rp2 miliar lebih.

Menurut mereka, dana itu sudah masuk April 2021, sementara dana insentif Covid-19 di tahun 2020 tak kunjung ada kejelasan dari Pemda Konawe kapan akan dibayarkan.

Sementara kata demonstran, insentif mereka harusnya sudah dibayarkan karena anggarannya melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara/APBN).

“Kami dijanjikan akan dibayarkan melalui Kemenkes, tapi hingga saat ini juga belum ada realisasi. Padahal yang kami terima laporan hingga sudah diberitakan di media online, katanya dana sudah masuk dari Kemenkes di bulan Desember 2020 lalu,” ungkap salah satu tenaga kesehatan saat ditemui di sela-sela aksi.

Sebagai bentuk kekecewaan, sejumlah tenaga kesehatan di Rumah Sakit Covid-19 mengancam akan melepas delapan pasien yang saat ini menjalani rawat inap.

“Kami hanya menuntut insentif kami yang 4 bulan saja di tahun 2020. Segera bayarkan karena kami juga butuh hak kami. Jika tidak, kami akan melepas delapan pasien Covid-19 yang sekarang sementara dirawat di RS Covid-19,” ancam sejumlah nakes yang ikut aksi.

Sumantri salah satu koordinator aksi, saat berunjuk rasa di depan kantor Kejari Konawe, mendesak agar pemerintah segera membayar honor mereka yang tertunda selama delapan bulan. Bahkan saat berunjuk rasa di depan kantor Kejari Konawe, masa aksi secara tegas meminta kepada penyidik kejaksaan agar mengusut tuntas masalah tersebut.

“Jadi tuntutan kami pada hari ini, menuntut agar pihak Dinas Kesehatan, dalam hal ini Pemda Konawe, agar segera membayar honor para petugas medis Covid-19 yang masih tertunda selama delapan bulan,” ungkapnya.

“Baik dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN) maupun anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) itu sudah jelas peruntukannya dari pada anggaran Covid-19 di Kabupaten Konawe,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Konawe drg. Mawar Taligana mengatakan bahwa insentif itu bukan honor tetap tiap bulan, melainkan insentif yang diberikan dari Kementrian Keuangan melalui Kementerian Kesehatan yang melekat pada Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Tambahan di Dinas Kesehatan.

Menurut drg. Mawar, anggaran BOK Tambahan itu diperuntukkan kepada petugas kesehatan di Puskesmas, Dinas Kesehatan dan petugas di Rumah Sakit yang menangani Covid -19.

Unjuk rasa tenaga medis Konawe

“Aturan rujukan perhitungan pembayaran tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes),” kata drg. Mawar menanggapi tuntutan massa aksi tersebut, Senin (12/4/2021).

Lebih lanjut, mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Konawe itu menjelaskan bahwa khusus kabupaten, tim verifikator terlebih dahulu melakukan verifikasi pengajuan puskesmas, Dinas Kesehatan dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RS Konawe.

“Yang sudah terbayarkan untuk puskesmas sampai bulan Juni 2020. Sedangkan untuk BLUD RS sampai bulan Agustus 2020. Yang dituntut nakes rumah sakit adalah insentif selama empat bulan yang belum dibayarkan,” jelasnya.

Mawar Taligana menerangkan, sesuai transferan per tanggal 23 Desember 2020, Kemenkeu RI melakukan transfer ke Kas Daerah (Kasda) sebesar Rp3 miliar. Sehingga pengajuan dari puskesmas hanya bisa dibayarkan sampai bulan September 2020. Sedangkan untuk Rumah Sakit hanya untuk dua bulan yakni sampai bulan Oktober 2020,” terangnya. 

Atas dasar tersebut, insentif tenaga kesehatan belum dapat dibayarkan sesuai tuntutan mereka hari ini. Pasalnya, dana untuk insentif tenaga kesehatan tersebut masuk di akhir bulan Desember 2020, jadi belum masuk dalam Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) pada Dinkes 2021.

“Menurut Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Beppeda) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), nanti pergeseran dalam rangka refocusing di bulan April baru dimasukkan di DPA Dinkes. Setelah itu baru bisa dibayarkan,” janjinya.

Meski belum bisa dibayarkan, drg. Mawar memastikan bahwa dana transfer tersebut masih berada dalam Kasda Konawe. Sehingga kata dia, tudingan bahwa anggaran insentif Covid-19 dialihkan ke pos anggaran lainnya tidak berdasar.

“Semua berkas permintaan sudah siap di Dinkes. Mengenai sisa yang dua bulan untuk Rumah Sakit di kembalikan ke RS. Untuk puskesmas dikembalikan di Dinkes. Nah, untuk insentif 2021 tidak ada lagi dari Kementerian, semua dikembalikan di daerah melalui Refocusing (Realokasi anggaran),” pungkasnya.

Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Konawe Ferdinand Sapan saat dikonfirmasi awak media ini belum bisa memberikan keterangan lebih jauh. Menurut Jenderal Aparatur Sipil Negara (ASN) itu, dirinya belum mendapat laporan secara resmi dari Kepala Dinas Kesehatan Konawe terkait perihal tersebut.

“Saya belum dapat laporan dari Dinkes,” kata Sekretaris Daerah Konawe ini singkat melalui pesan WhatsApp. (cr2/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.