Warga Butur Kembali Keluhkan Jaringan Telekomunikasi

10
Sujono

 

BURANGA – Kerusakan jaringan telekomunikasi yang kerap terjadi di Kabupaten Buton Utara (Butur) tampaknya tak pernah kunjung selesai. Permasalahan itu saat ini kembali disorot warga setempat.

Adalah Sujono, warga di Kecamatan Kulisusu Utara, sekaligus anggota DPRD Butur asal daerah pemilihan itu yang kembali mempersoalkannya. Dia menuturkan kerusakan jaringan khususnya di area Kecamatan Kulisusu dan Kulisusu Utara sudah berlangsung beberapa pekan dan belum dilakukan perbaikan.

“Saya sangat prihatin dengan kerusakan jaringan telekomunikasi seluler di Kulisusu Utara ini, sebab warga sangat membutuhkannya, apalagi saat ini pelajar melakukan pembelajaran secara daring (online),” ungkap Sujono.

Politikus Golkar ini sebelumnya mengaku sudah melakukan komunikasi dengan Telkomsel terkait jaringan seluler yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini.

Hasilnya, berdasarkan konfirmasi dari pihak Telkomsel, ungkap dia, kerusakan jaringan berasal dari travo listrik yang belum diketahui secara pasti apakah menjadi kewenangan Telkomsel atau PLN.

“Ini sudah dua kali kerusakan pada travo,” kesalnya.

Sujono lantas meminta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Butur agar ikut berperan aktif dalam menyelesaikan persoalan ini. Sebab, menurut dia, apabila instansi terkait aktif melakukan komunikasi maka pasti diperoleh solusi cepat untuk perbaikan kerusakan jaringan tersebut.

“Ini demi kebutuhan masyarakat kita, kalau tidak mampu urus yang beginian sebaiknya mundur dari jabatan atau Bupati mencopot saja Kadis Kominfo,” tegasnya.

Sementara, Kadis Kominfo Butur, Kadim melalui Perencana DisKominfo Johan Satari menerangkan, terkait keluhan warga tentang jaringan Telkomsel pihaknya mengaku sudah melakukan komunikasi dengan perusahaan penyedia jaringan itu. Kesimpulan dari komunikasi itu terjadinya kerusakan karena pasokan listrik dari PLN Ereke tegangannya tidak stabil.

Dari pengukuran tegangan listrik pasokan PLN oleh PS Menara Telkomsel Ereke didapatkan bahwa nilainya sering drop di bawah 220V, pernah sampai kurang lebih 130V. Akibatnya perangkat tidak dapat berfungsi normal.

“Malahan beberapa perangkat mengalami korsleting listrik dan harus mereset ulang untuk dinyalakan kembali. Dalam waktu lama kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan perangkat jaringan atau BTS. Jika perangkatnya rusak maka otomatis layanannya berhenti. Olehnya itu kami akan kembali komunikasikan dengan pihak PLN sehingga persoalan jaringan bisa teratasi,” imbuhnya. (r3/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.