Ini Perkembangan Kasus Dugaan Plagiat Rektor UHO

272
Gedung Rektorat UHO.

 

rakyatsultra.com — KENDARI, – Kasus dugaan plagiat rektor UHO Zamrun Firihu masih “berproses” di Kemendikbud-Ristek RI.

Pascakeluarnya surat rekomendasi Dirjen Dikti RI bernomor 0263/E.E4/KP.07.00/2021 perihal Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat tertanggal 15 April 2021, sejauh ini belum ada perkembangan terbaru dari Kemendikbud-Ristek.

Artinya, surat rekomendasi tersebut tetap menjadi acuan, untuk dilaksanakan senat UHO terkait pelaksanaan Pilrek UHO 2021.

Koordinator Substansi Umum, Kerja Sama,  Humas Sekretariat Dirjen Dikti Kemendikbud-Ristek Yayat Hendayana kepada Harian Rakyat Sultra  lebih lanjut menerangkan, terkait kasus plagiat yang telah disampaikan sebagaimana tertuang dalam surat rekomendasi tersebut, hingga kini belum ada perkembangan.

Sehingga terkait hal tersebut, pihaknya menunggu keputusan pimpinan Kemendikbud-Ristek. “(keputusan pimpinan) nanti akan disampaikan secara resmi ke Senat UHO,” tuturnya saat dihubungi, Sabtu (1/5).

Dijelaskannya pula, terkait kedatangan Rektor UHO ke Dikti untuk klarifikasi, sebatas tahapan dalam proses klarifikasi.

Sebelumnya, Dirjen Dikti mengeluarkan rekomendasi bernomor 0263/E.E4/KP.07.00/2021 perihal Tindak Lanjut Pengaduan Masyarakat tertanggal 15 April 2021, yang ditujukan kepada Ketua Senat UHO. Isinya:

  1. Dirjen Dikti telah membentuk Tim Pencari Fakta yang bertugas: a. mengumpulkan fakta dan dokumen terhadap pengaduan masyarakat terkait dugan plagiasi yang dilakukan oleh salah satu bakal calon rektor, serta seorong dosen yang tidak lolos proses penjaringan bakal calon rektor, b. menyusun rekomendasi atas dua pengaduan tersebut, dalam kaitannya dalam proses penjaringan calon rector, c. melaporkan pelaksanaan tugas kepada Dirjen melalui Direktur Sumber Daya Manusia.
  2. Berdasarkan hasil review dan analisis Tim Pencari Fakta diperoleh kesimpulan bahwa: a. tim menemukan saudara Muh. Zamrun Firihu telah melakukan tindakan plagiasi. Oleh karenanya, berdasarkan Permendikbud Nomor: 19/2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri, serta Permendiknas Nomor: 17/2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Plagiat di Perguruan Tinggi, saudara Muh. Zamrun Firihu tidak memenuhi syarat dalam penjaringan bakal calon rektor UHO 2021-2025, b. tim menemukan sdr. Dr. Eng. Jamhir Safani telah melakukan tindakan plagiasi diri (self plagiasi). Tindakan plagiasi diri belum diatur dan tidak termasuk dalam defenisi plagiasi Permendiknas 17/2010 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Plagiasi di Perguruan Tingi. Karena itu saudara Dr. Jamhir Safani dapat diloloskan dalam penjaringan bakal calon Rektor UHO sesuai Permenristekdikti  nomor: 19/2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri.
  3. berdasarkan hal-hal tersebut, kami mohon agar saudara menindaklanjuti rekomendasi tersebut, meninjau kembali keputusan senat sesuai notula rapat Senat UHO pada 21 Maret 2021, dalam rangka penetapan bakal calon rektor UHO periode 2021-2025; serta melakukan penjaringan ulang dan pendalaman bakal calon rektor UHO periode 2021-2025. (gs)
Komentar Pembaca
Baca Juga !
.