Kejari Muna Naikkan Status Kasus Dugaan Korupsi di Sekretariat DPRD Mubar

650
Arif Andiono

 

RAHA-Hanya butuh waktu satu bulan lebih bagi penyidik Kejaksan Negeri Muna untuk menaikkan status kasus dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Mubar dari fase penyelidikan ke fase penyidikan.

Dikonfirmasi jurnalis Rakyat Sultra, Senin (3/5), Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna, Agustinus Baka Tangdililing melalui Kepala Seksi Intelijen, Arif Andiono membenarkannya.

“Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan gelar perkara tanggal 21 April, seluruh tim penyidik dan pimpinan sepakat bahwa kasus dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Muna Barat ditingkatkan status selanjutnya yaitu penyidikan,” terang Arif.

Kendati naik status ke fase penyidikan namun pihak penyidik belum menetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

“Belum ada tersangkanya. Dalam proses penyidikan ini kita akan mencari siapa yang bertanggungjawab (tersangka, red),” ujar Arif.

Ia menjelaskan, setelah dilakukan proses penyelidikan, penyidik yakin dalam kasus dugaan korupsi di Sekretariat DPRD Mubar terdapat indikasi perbuatan melawan hukum (korupsi).

Kendati belum bisa membeberkan ke publik soal materi dugaan korupsi yang kini disidik, namun kabar yang berhembus bahwa dugaan korupsi tersebut terkait dengan pembuatan naskah 11 raperda dan uang makan minum di Setwan Mubar. (sra/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.