Kery Minta Pemprov Sultra Kembalikan Pengelolaan Pulau Bokori Ke Pemkab Konawe

183
Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa (tengah) bersama Gubernur Sultra, Ali Mazi. 

 

UNAAHA – Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa merasa geram melihat aktivitas proyek di objek wisata Pulau Bokori yang terletak di Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pasalnya, sejak dikelola Pulau Bokori oleh Dinas Pariwisata Provinsi Sultra tidak pernah melibatkan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Konawe.

Menurut bupati dua periode itu, aktivitas proyek di Bokori selama ini hanya melalui Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra. Padahal, Pulau Bokori sendiri merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Konawe.

Sindiran keras bupati dua periode ini lantaran pengelolaan obyek wisata Pulau Bokori, Kecamatan Soropia tidak pernah melibatkan Pemda Konawe. Padahal, lulau tersebut merupakan aset Kabupaten Konawe.

“Harus disetop,” tegas Kery saat ditemui awak media, Kamis (29/4/2021).

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini menegaskan, aktivitas proyek dapat dilanjutkan kembali, apabila ada renegosiasi antara pemerintah provinsi (Pemprov) Sultra dan Pemerintah Daerah (Pemda) Konawe.

Ia bahkan mengungkapkan kalau selama ini Konawe belum mendapatkan apa-apa dari pengelolaan objek wisata di Pulau Bokori. Padahal diketahui, pengelolaan pulau itu telah berjalan selama kurang lebih lima tahun.

“Konawe belum dapat apa-apa. Padahal pengelolaan pulau sudah berjalan kurang lebih lima tahun. Pemprov, dalam hal ini Dinas Pariwisata Sultra selama mengelola Pulau Bokori hanya berstatus sebagai pinjam pakai. Bukan lantas menjadi milik Pemprov Sultra seutuhnya,” tegasnya.

“Nur Alam ketika itu menyatakan keinginannya untuk membangun Bokori. Saya oke dengan catatan status pinjam pakai,” sambungnya.

Mantan Ketua DPRD Konawe ini juga mengklaim, jika pihaknya saat ini telah memiliki anggaran untuk membangun Pulau Bokori, bahkan untuk Pulau Saponda laut.

Sikap cuek pemprov terhadap Konawe terkait pengelolaan Bokori, ternyata membuat Kery merasa tersinggung. Terlebih pengembang objek wisata yang akan bermitra diduga hanya berhubungan dengan Pemprov Sultra. Menurutnya, itu keliru, sebab Pulau Bokori kata Kery adalah aset Kabupaten Konawe.

“Bokori itu masuk dalam wilayah Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe,” ujarnya.

Kery mengaku sangat menyayangkan sikap pemprov selama ini. Ia merasa pihaknya tidak dilibatkan dalam bagi hasil pengelolaan Pulau Bokori.

“Ibarat pemerintah provinsi itu orang tua, dia harus menghidupi anaknya, Kabupaten Konawe. Tetapi, ini terbalik. Bokori itu hartanya Konawe. Ini namanya, orang tua durhaka sama anaknya,” sentil Kery sambil tersenyum.

Politikus PAN itu menambahkan, renegosiasi terhadap Pemprov Sultra bukan hanya terkait Pulau Bokori saja. Akan tetapi, seluruh objek wisata yang ada di wilayah Kabupaten Konawe.

“Tanpa itu (renegosiasi) saya minta seluruh kegiatan apapun di atas Pulau Bokori dihentikan,” pungkasnya. (cr2/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.