Pemda Koltim Lirik Budidaya Ikan Air Tawar

16

 

. Plt. Bupati Koltim, Andi Merya Nur saat menerima hadiah juara pertama lomba memancing ikan. Foto: Iwal/Rakyat Sultra.

 

 

TIRAWUTA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) bekerjasama dengan Papawu Mancing Club, menggelar lomba memancing ikan air tawar, di Kelurahan Raterate, Kecamatan Tirawuta, Jumat (30/4).

Dalam kegiatan itu, Plt. Bupati Kolaka Timur (Koltim), Andi Merya Nur yang menjadi peserta lomba, berhasil meraih juara pertama dengan jenis ikan lelenya berbobot 3 kilogram lebih, sementara untuk juara kedua dan ketiga masing-masing diraih Kadis Kominfo, I Nyoman Abdi, dan Kepala BKKBN, Amiruddin.

Andi Merya dalam sambutannya, mengatakan bahwa Pemda Koltim melirik budidaya ikan air tawar dalam rangka meningkatkan peningkatan ekonomi dan pendapatan daerah. Apalagi menurutnya, antusias masyarakat terhadap rencana program ini sangat tinggi.

Dijelaskannya, Koltim merupakan wilayah daratan tanpa laut, sementara konsumsi ikan masyarakat berdasarkan data nasional mencapai angka 54,49 kilogram perkapita. Hal ini menjadi salah satu canangan program yang harus menjadi perhatian pemerintah bersama masyarakat.

Koltim sendiri memiliki wilayah rawa luas di beberapa titik serta sungai yang bersih, sehingga menjadi modal untuk budidaya ikan air tawar. Tak hanya itu, masyarakat saat ini juga sudah banyak memiliki empang dengan peliharaannya yang banyak.

Olehnya pemerintah akan hadir dan turut membantu untuk mendongkrak produktivitas masyarakat, dengan cara mengadakan percetakan empang baru, menyediakan bibit unggul, serta melakukan pembinaan kepada petani tambak.

“Peluang ini harus kita tangkap karena berpotensi meningkatkan PAD dan memberikan manfaat yang banyak bagi masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun peningkatan ekonomi,” ucap Andi Merya.

Orang nomor satu di Koltim ini mengatakan, satu hal yang masih mengganjal dan menjadi momok adalah maraknya peracunan ikan di sungai maupun di rawa menggunakan bahan kimia. Kondisi ini bukan hanya dapat merusak ekosistem yang ada, namun ikan yang terkena racun sangat berbahaya jika dikonsumsi.

“Begitu banyak kerugian akibat ulah tangan jahil itu. Makanya saya meminta secara berjenjang mulai dari kadus, kades, camat, OPD yang berkompeten serta aparat kepolisian untuk mengimbau serta menindak tegas pelaku peracunan ikan di sungai dan rawa, sesuai aturan hukum yang berlaku,” tutup Srikandi Koltim itu. (p1/b/aji) 

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.