Presiden Rencana Resmikan Bendungan Ladongi Akhir 2021

312

 

Ridwan Bae bersama Kepala BWS IV Sultra saat mengunjungi Bendungan Ladongi. Foto: Iwal/Rakyat Sultra.

 

TIRAWUTA – Mega proyek bendungan Ladongi, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) yang mulai dikerjakan oleh PT. Hutama Karya dan PT. Bumi Karsa, KSO sejak tahun 2016 menggunakan APBN, saat ini memasuki tahap akhir pembangunan.

Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) lV Sulawesi Tenggara (Sultra), Haeruddin C. Maddi, yang diwawancarai beberapa waktu lalu, menjelaskan bahwa kapasitas tampungan total dari Bendungan Ladongi mencapai 49. 946 juta m3.

“Sangat besar air yang dapat ditampung, karena ini tidak main-main. Tinggi bendungan dari pondasi terdalam 66 meter, panjang puncak 417 m, elevasi puncak sekira 126,00 mdpl, elevasi pondasi terdalam 60,00 mdpl,” terangnya.

Haeruddin juga menjelaskan, selain bendungan utama, telah dibangun tiga jalan akses, masing masing jalan hantar 1 sepanjang 750 meter, hantar 2, 500 m, dan hantar 3, 2.200 m. Kemudian terowongan 389,5 meter telah selesai dikerjakan.

Berita terkait
Presiden Joko Widodo akan meresmikan
Bendungan Ladongi akhir 2021 nanti. Foto: Iwal/Rakyat Sultra.

 

“Satu set saringan sampah tipe permanen dengan dimensi lebar 4 meter dan tinggi 6 meter, juga siap digunakan. Saringan ini didesain untuk mencegah masuknya sampah ikutan aliran air kedalam saluran pengaliran air,” tambahnya.

Kabar baiknya, bendungan ini akan diresmikan langsung oleh presiden Joko Widodo sekira bulan November 2021, sebagaimana diungkapkan Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Ridwan Bae saat Kunker bersama Kepala BWS IV Sultra di Koltim beberapa waktu lalu.

Mantan Bupati Muna dua periode ini pun mengaku telah melakukan koordinasi dengan beberapa pihak di Sultra dan hasilnya baik. Adapun yang menjadi kendala sebelum peresmian yakni rusaknya akses jalan di Kecamatan Ladongi.

Lanjut Ridwan, tak hanya untuk keperluan peresmian saja, namun lebih penting, rusaknya jalan Ladongi mengakibatkan aktivitas masyarakat terganggu, rute yang seyogianya dilalui lebih cepat harus ditempuh dengan waktu lama, padahal jaraknya sangat dekat.

“Saya akan menyampaikan kepada Gubernur Sultra, Ali Mazi untuk lakukan perbaikan jalan di jalur Ladongi sepanjang delapan kilometer yang nampak berlubang sehingga menggangu perjalanan,” ujar Ridwan Bae. (p1/b/aji) 

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.