Raperda RPJMD Wawonii Bangkit dalam Tahap Penyelesaian

36

 

Suasana pembahasan rancangan awal Ranperda RPJMD 2021-2026 di sekretariat DPRD Konkep. Foto: Karim/Rakyat Sultra.

 

LANGARA – Pemerintah Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) terus mendorong percepatan penyelesaian Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Periode 2021-2026 untuk ditetapkan menjadi peraturan daerah.

Karena itu, Pemkab Konkep mendorong percepatan penyelesaian Raperda RPJMD Wawonii Bangkit ini ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk dibahas bersama guna mendapatkan persetujuan penetapan RPJMD menjadi Perda.

Pembahasan bersama rancangan awal Ranperda RPJMD eksekutif dan legislatif terlaksana mulai Senin (7/6/2021) di sekretariat DPRD Konkep.

Kepala Bappeda Konkep Saifuddin Alibas dalam pemaparannya mengatakan “Bangkit” adalah Berkembang, Kompetitif dan Tangguh dalam bingkai lingkara hati emas.

Katanya, ada lima pilar yang menjadi fokus pembangunan lima tahun ke depan yaitu, Wawonii cerdas, Wawonii sehat, Wawonii produktif, Wawonii berbudaya dan Wawonii peduli masalah sosial.

“Dari lima pilar ini memiliki penjabaran masing-masing yang nantinya akan menjadi program pembangunan setiap organisasi perangkat daerah,” jelasnya.

“Kemudian pembangunan infrastruktur juga menjadi program prioritas pembangunan daerah itu kata Saifuddin terutama dari sektor infrastruktur jalan dan jembatan,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Konkep Imanuddin menyarankan dalam RPJMD mesti memuat semua visi-misi Bupati dan Wakil Bupati saat berkampanye beberapa waktu lalu.

“Yang perlu menjadi perhatian serius juga adalah pendapatan asli daerah, makanya ke depan itu harus menjadi pertimbangan,”sarannya.

Tak hanya Imanuddin, ketua Bappem Perda H Ishak SE juga menyarankan bahwa Pemkab Konkep harus mampu menyediakan lapangan pekerjaan kepada masyarakat sehingga pendapatan masyarakat bisa meningkat.

“Menggenjot pendapatan asli daerah itu sangat penting, tapi harus sejalan dengan pendapatan masyarakat yang meningkat. Bagaimana kita mau tarik retribusi kalau pendapatan masyarakat rendah, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja susah. Makanya pemerintah harus menyediakan lapangan pekerjaan,” terangnya. (r2/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.