Urai Sampah Kapal, Pelni Bangun Rumah Sampah di Baubau

45
Rumah Kelola Sampah binaan PT Pelni Persero yang menjadi salah satu lokasi hiburan alternatif masyarakat Kota Baubau, Rabu (9/6/2021).  LM Suharlin/Rakyat Sultra.

 

BAUBAU- Persoalan sampah belakangan ini telah menjadi masalah serius setiap daerah yang tidak akan ada akhirnya. Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan agar tetap terjaga, PT Pelni Persero kini membangun rumah sampah di Kelurahan Kadolokatapi Kota Baubau, Rabu (9/6/2021).

Pembangunan yang menggunakan dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Pelni Persero itu dibangun sejak tahun 2020 silam dan mulai difungsikan mulai saat ini. Rumah penumpukkan sampah dipastikan pihak PT Pelni Persero akan dijadikan rumah pengolahan sampah menjadi kerajinan yang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Direktur Utama PT Pelni Persero, Insan Pirwarisya L Tobing menuturkan rumah kelola sampah yang dipusatkan di Kota Baubau merupakan wujud pertanggungjawaban PT Pelni Persero terhadap lingkungan. Terlebih, program tersebut menjadi program kemitraan bina lingkungan PT Pelni Persero dalam memberikan edukasi pengolahan sampah Pelni yang dikerjakan secara gotong-royong oleh kelompok masyarakat.

 

Rumah Sampah binaan PT Pelni Persero yang menjadi salah satu lokasi hiburan alternatif masyarakat Kota Baubau.  LM Suharlin/Rakyat Sultra. 

“Program Pelni peduli lingkungan ini merupakan peran aktif PT Pelni dalam pembangunan nasional. Selain itu pula sebagai sarana edukasi serta bentuk pembinaan kepada masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab PT Pelni Persero terhadap rakyat Indonesia,” tuturnya.

Kata dia, hingga saat ini pihaknya telah mbangun sedikitnya 3 lokasi rumah pengelolaan sampah di Indonesia. Dimana di Tanah Bambu Kalimatan Selatan menjadi daerah pertama pembangunan rumah sampah ditahun 2018 silam.

“Untuk 2019 lalu PT Pelni membangun rumah pengelolaan sampah di Nusa Tenggara Barat. Dan Kota Baubau ini sesungguhnya dibangun tahun 2020 tapi karena pandemi Covid-19 yang melanda negara kita makanya program ini ditunda dan dilakukan kembali ditahun 2021 di Kota Baubau,” tambahnya.

Dia membahkan, rumah sampah ini bukan hanya menampung sampah yang ada di kapal milik PT Pelni yang berlabuh di pelabuhan Murhum Kota Baubau semata. Melainkan juga dapat mengelola sampah masyarakat Kota Baubau secara umum yang dipisahkan antara sampah organik dan non organik agar dapat diolah menjadi sesuatu hal yang miliki nilai tambah bagi masyarakat.

 

Sampah pengguna kapal PT Pelni diolah menjadi kerajinan tangan yang bernilai ekonomis.

“Kapal kami yang berlabuh di pelabuhan Murhum Kota Baubau itu ada sebanyak 11 kapal penumpang yang tentunya miliki sampah yang akan dibuang di Kota Baubau. Jadi atas dasar itulah kami menginginkan rumah kelola sampah hadir di kota Baubau,” jelasnya.

Sementara itu, pelaksana kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Baubau, Ibnu Wahid sangat mengapresiasi langkah yang diambil oleh pihak manajemen PT PELNI Persero. Apalagi sampah kota Baubau yang terbilang tidak sedikit yang diperlukan rumah pengelolaan sampah yang akan mengelolah sampah yang bernilai ekonomis.

“Dengan program rumah kelola sampah ini menjadi masukkan yang sangat baik bagi Kota Baubau. Apalagi ketika kita berjalan disekeliling rumah kelola sampah ini juga dapat dijadikan sebagai momentum untuk destinasi wisata alternatif masyarakat kita,” singkatnya. (m2/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.