Balai Karantina Pertanian Kendari Dukung Konkep Ekspor Porang

65

 

Kepala Balai Karantina Pertanian Kendari, Prayatno Ginting usai bertemu jajaran Pemda Konawe Kepulauan. Foto: IST.

 

KENDARI – Balai Karantina Pertanian Kendari terus mendorong Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) mengeskpor komoditas Porang.

Pasalnya, Porang menjadi salah satu komoditas super prioritas Kementerian Pertanian selain sarang burung walet.

Porang asal Indonesia telah banyak menembus pasar Cina, Jepang, Taiwan dan Korea Selatan. Tercatat di tahun 2019 volume ekspor porang sebanyak 11.721 ton dengan nilai Rp644 miliar. Meningkat di tahun 2020 sebanyak 20.476 ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp924,3 miliar.

Kepala Balai Karantina Pertanian Kendari, Prayatno Ginting mengungkapkan, Porang di Sulawesi Tenggara (Sultra) dibeberapa wilayah sudah tumbuh liar beberapa tahun silam dan kini banyak dikembangkan, salah satu wilayah yang telah lama menyimpan porang dan telah melakukan pengembangan yaitu Konkep.

Pengembangan porang telah dilakukan 635 orang petani dan telah terbentuk kelompok tani (poktan) sebanyak 136. Dengan total produksi perkelompok masyarakat mencapai 50 hingga 60 ton. Olehnya itu, potensi yang dimiliki oleh Konkep ini perlu didorong untuk semakin berkembang.

“Kami mengharapkan agar porang yang diproduksi oleh petani di Konkep kedepannya dapat di ekspor ” ujarnya, Kamis (8/7/2021).

Selain itu, Ginting menyampaikan tentang pemanfaatan aplikasi dari Kementerian Pertanian iMACE (Indonesian Map of Agricultural Commodities Exports), yang dapat membantu pemberdayaan ekspor pertanian.

“Dengan aplikasi Imace, pemerintah daerah dapat memetakan sentra komoditas unggulan dan mempertemukan ke pelaku usaha agribisnis,” cetus Ginting.

Sementara itu, sebagai daerah yang terhitung muda di Sultra, Pemerintah Kabupaten Konkep sangat serius untuk semakin mengembangkan porang. Kehadiran Bupati Konkep dalam acara sosialisasi ini salah satu buktinya.

Dalam sambutannya, Bupati Konkep, Amrullah berharap adanya industri pengolahan porang didaerahnya agar memdapatkan nilai tambah, dan kedepan porang tidak hanya dijual secara gelondongan tetapi memiliki produk turunannya.

“Tentunya ini juga mendukung serta kesejahteraan petani dan Masya rakat terkhusus Konkep,” ungkap Amrullah.

Sosialisasi ini dihadiri, Kepala Dinas Pertanian, Kepala Dinas PerIndustrian dan Perdagangan Kepala Dinas Ketahanan Pangan serta kelompok Tani Porang Konkep. (r6/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.