Hadapi PPKM di Kendari, X-Bro Caffee Siapkan Strategi

116
Warkop X-Bro Kendari, di jalan Made Sabara, Korumba, Kendari.

KENDARI, rakyatsultra.com – Jika tidak ada aral melintang, pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro mulai efektif berjalan Kamis besok, sebab sejak diterbitkan Surat Edarannya pada 6 Juli 2021 pemerintah setempat masih mensosialisasinya selama dua hari, setelahnya edaran itu mulai diberlakukan. Lantas bagaimana sikap pelaku usaha atas adanya edaran itu, berikut laporannya.

Warung Kopi atau Warkop X-Bro Coffe yang beroperasi di Jalan Made Sabara, Kelurahan Korumba, Kendari sudah kedatangan sejumlah pengunjung menjelang tengah hari, Rabu (7/7), itu terlihat dari beberapa meja di dalam warkop telah terisi beberapa pengunjung, mereka terlihat berdiskusi sambil menikmati menu makanan dan minuman yang telah dipesan.

Ditempat yang sama pula, dengan ramah Manager X-Bro Coffee, Awan menemui dan berbincang dengan penulis.

Saat ditanya terkait  PPKM, Awan langsung merespon serius. Sebab baginya PPKM ini jelas membawa pengaruh terhadap keberadaan warkop yang tengah dipimpinnya.

 

Dijelaskannya, meski belum berlaku efektif, namun PPKM skala mikro ini jelas memiliki dampak positif dan negatif untuk bisnis warkopnya.

Sebagai manager di X-Bro, tuturnya, dampak positif dari pemberlakukan PPKM ini tentunya mnerupakan langkah yang sangat baik, karena pemerintah memberlakukannya untuk memberantas mata rantai Covid 19.

Tapi lanjutnya, disisi lain untuk bisnis, kebijakan itu otomatis mengganggu aktifitas bisnis.  “Karena, yang biasanya jam operasional kami selama 12.00 jam, akhirnya berkurang sekitar 6 sampai 7 jam saja, dan bisa bertambah sampai 9 jam tetapi untuk take away,” tuturnya.

Kondisi ini menurutnya akan berdampak pada karyawan, kemungkinan besar dengan diberlakukannya PPKM  ini, pihaknya akan merumahkan sebagian karyawannya, atau kembali mengatur jadwal kerja berdasarkan jumlah karyawan yang disesuaikan dengan keadaan.

Berita terkait

“Dampaknya jelas, otomatis kami lagi lihat apakah kami akan melakukan tindakan dengan ada beberapa staf kami rumahkan, atau kami akan coba atur jadwalnya yang tidak full. Tapi kita akan lihat situasinya lagi,” imbuhnya.

Karenanya, guna mensiasati menurunnya pengunjung di warkop-nya, Awan menyebutkan strategi bertahan  X-Bro Coffee dikala pandemi, yakni lebih banyak melakukan penjualan Online dibandingkan Offline. Dimana pihaknya akan memanfaatkan platform-platform digital yang dimiliki untuk keperluan pemasaran.

Selanjutnya, pihaknya melakukan promo atau potongan harga untuk menu-menu tertentu. Selain itu pihaknya juga akan memberlakukan free ongkos kirim terhadap area tertentu. Tetapi hal tersebut tidak akan mengurangi kualitas menu.

“Kita melakukan promo-promo untuk harga yang tadinya Rp.20.000 bisa kita kurangi menjadi Rp15.000 untuk promo agar orang mau pesan online. Kualitasnya tetap kita jaga hanya harganya saja yang kita kurangi,” ujarnya.

Awan menuturkan, pandemi benar-benar berpengaruh terhadap aktifitas usahanya, tetapi untungnya saat ini pihaknya memiliki media online dan ada platform-platform ojek online atau jasa kurir, yang sangat memudahkan konsumen, dimana mereka tidak perlu lagi berbelanja  langsung.

“Sebenarnya sangat susah bertahan di masa pandemi ini, tapi Alhamdulillah sekarang kami punya media sosial dan juga ada platform-platform digital, seperti gojek dan lainnya. Jadi sangat-sangat membantu.” tambahnya.

Tahun sebelumnya, pihaknya sempat  mengurangi jumlah karyawan, tetapi mulai tahun ini dimana situasi sudah mulai normal, dan adanya peraturan pemerintah yang sudah membolehkan usaha-usaha mikro seperti café kembali beroperasi secara normal melalui penerapan new normal,  sehingga pihaknya memanggil karyawan-karyawan lama untuk bekerja kembali.

Awan pun berharap agar pemerintah lebih memperbanyak lagi sosialisasi, sekaligus memberikan kebijakan khusus bagi para pelaku usaha agar tetap bisa bertahan di tengah hantaman pandemi. (rs)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.