LPSE Sebut 30 Paket DAK Fisik Diknas Mubar Belum Dilelang

111

 

Ahmad Shabir Sam M. Foto: Erik/Rakyat Sultra.

 

LAWORO-Lelang pekerjaan kontruksi di Dinas Pendidikan (Diknas) Muna Barat (Mubar) masih menemui hambatan batu kerikil.

Hingga perpanjangan deadline waktu kontrak, proyek yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tersebut, juga belum ditender.

Disinyalir, terjadi tarik ulur pengelolaan pekerjaan itu, dengan anggaran miliaran rupiah, yang melekat dinstansi teknis.

Berdasarkan pengakuan Kabag Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE), Ahmad Shabir Sam M, ada keterlambatan dari Diknas sehingga dokumen lelang belum diajukan di ULP. Alasan dinas itu sendiri, terkendala di perencanaan kegiatan instansi setempat.

“Belum dilelang. Terlambat dari dinasnya. Sekitar 30 lebih paket. Diknas ajukan dokumen lelang, kita yang review, menyaring kembali kegiatan, sesuai persyaratan yang ada. Setelah itu, kita kembalikan,” pengakuan kepala LPSE Sabir, tanpa mengetahui total keseluruhan paket yang ada, Rabu (21/7/2021).

30 Paket yang ada, kata dia, untuk pekerjaan kontruksi yakni rehab gedung-gedung sekolah. Anggarannya, rata-rata diatas Rp 200 juta per kegiatan.

“Jadi, sementara proses lelang. Yang jelas, kita hanya lelang, semua bergantung dinas,” katanya.

Ia mengaku, sejak medio Maret, Diknas sudah diingatkan, agar segera memasukkan dokumen lelang. Apalagi, mengejar batas waktu, 21 Juli berakhir. Tapi, karena kondisi Covid-19 semakin mengganas, maka 31 Agustus batas pelaporan kontrak untuk DAK fisik.

“Kita hanya mengingatkan. Tanggung jawab ada di dinas. Akhir bulan Juli kemarin sempat kami ingatkan kepala dinas (kadis),” tandasnya. (m1/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.