Penerimaan Bea Cukai Kendari Semester I 2021 Lampaui Target

49

 

Affinutha Vena Intanna.

 

KENDARI – Realisasi penerimaan negara melalui Bea Cukai Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada semester 1 tahun 2021 telah melampaui target yang ditentukan yaitu sebesar Rp115,71 miliar dengan presentasi 104,53 persen dari target penerimaan Bea Cukai hingga Juni 2021 yaitu Rp110,69 miliar.

Demikian diungkapkan Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai Kendari, Affinutha Vena Intanna saat ditemui di Aula Kantor Perbendaharaan Sultra, Rabu (21/7/2021).

Dia menjelaskan, penerima Bea Cukai Kendari pada Januari hingga Mei 2021 masih terpengaruh dengan adanya pandemi Covid-19 sehingga perkembangannya belum memenuhi target yang ditentukan. Penerimaan Bea Cukai Kendari hingga Mei 2021, hanya mencapai Rp85,60 miliar dari target penerimaan Mei sebesar Rp92, 24 miliar.

“Namun, alhamdulillah penerimaan Bea Cukai Kendari di Juni 2021 ini dari target Rp 110 miliar, berhasil melakukan penerimaan sebesar Rp 115 miliar. Kami bisa melampaui target yang ditentukan pada semester 1 tahun 2021,” ujarnya.

Dia menuturkan, dengan berbagai terobosan yang dilakukan, diharapkan hingga akhir tahun ini bisa terus melampaui target penerimaan. Untuk peningkatan penerimaan Bea Cukai, pihaknya terus mendorong peningkatan eksportir di Sultra.

“Kami bekerjasama dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam peningkatan ekspor, mengingat Sultra memiliki hasil sumber daya alam yang melimpah baik tambang maupun non tambang, kelautan, pertanian, perkebunan dan lainnya,” ucapnya.

Lanjutnya, dalam kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sultra, pihaknya telah membuat tim klinik ekspor Sultra pada bulan Maret 2021 dan semua instansi-instansi yang berperan dalam peningkatan pelayanan ekspor masuk di tim klinik ekspor tersebut, termasuk karantina pertanian dan perikanan.

Dia menambahkan, Bea Cukai Kendari bersama tim klinik ekspor terus melakukan pendampingan, baik untuk calon eksportir baru maupun yang sudah berjalan. Ketika ada eksportir baru, langsung melakukan pendampingan terkait administrasi dan asistensi lapangan.

“Kami memberikan kemudahan bagi eksportir baru di Sultra, sehingga produk unggulan Sultra bisa bersaing dengan daerah lainnya. Peningkatan ekspor juga akan berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat di Sultra,” tutupnya. (r5/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.