Tolak Pasien Rapid Test Antigen Positif, Komisi III Akan Panggil Direktur RSUD Muna

666
Awal Jaya Bolombo

 

RAHA- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna membuat pengumuman secara tertulis tentang penolakan pasien rujukan kebidanan hasil rapid test antigen positif pada Kamis (22/7/2021).

Pasien rujukan kebidanan dengan hasil rapit test antigen positif yang ditolak berasal dari dua daerah yakni Kabupaten Muna maupun Kabupaten Muna Barat.

Diakhir pengumuman tersebut tertanda Direktur RSUD Muna, tanpa dibubuhi tandatangan dan nama Direktur.

Menyikapi hal ini anggota Komisi III DPRD Muna, Awal Jaya Bolombo cukup geram melihat tindakan ini sebab wabah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) bukan lagi isu nasional tapi sudah menjadi isu dunia internasional yang harus ditanggapi dan ditangani secara serius karena menyangkut keselamatan jutaan jiwa manusia.

Politisi Demokrat ini mengaku prihatin dengan kondisi pelayanan tenaga medis RSUD Muna yang mengancam tak akan melayani pasien rujukan kebidanan dengan hasil rapit test anti gen positif dari wilayah Muna dan Muna Barat.

“RSUD Muna adalah rumah sakit rujukan tiga kabupaten, tidak boleh main-main dengan pelayanan dan keselamatan pasien, apalagi saat ini dalam situasi wabah pandemi Covid-19. Kalau petugas medisnya tak bersedia memberikan pelayanan kepada pasien, sebaikanya diganti saja,” tegasnya.

Olehnya itu Ketua Fraksi Demokrat DPRD Muna ini akan segera memanggil Direktur RSUD Muna untuk memberikan penjelasan kepada DPRD terkait pengumuman yang dapat menyebabkan kepanikan publik ini.

“Hari Senin besok kita akan layangkan surat ke RSUD Muna untuk rapat dengar pendapat,” tegas pria yang akran disapa AJB ini.

Hingga berita ini diturunkan, Direktur RSUD Muna, dr Muhammad Marlin belum berhasil dikonfirmasi. (sra/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.