Akibat Covid-19, Pemkab Bombana Alami Defisit Anggaran

14

Daratan 2

 

Man Arfa

 

RUMBIA – Satu tahun terakhir ini selama hadirnya wabah virus corona, keuangan daerah di Kabupaten Bombana mengalami defisit hingga Rp18 miliar lebih.

Sekda Bombana, Man Arfa menerangkan, dengan adanya defisit APBD 2021 ini, pihaknya harus berpikir lebih baik ke depan. Peran OPD sangat dibutuhkan dalam memecahkan persoalan ini.

“Apalagi pemerintah telah memiliki beban utang yang cukup besar dan harus dilunasi di tahun depan, ” ujarnya.

Man Arfa menilai, langkah tepat yang perlu pemerintah daerah untuk kembali menormalkan anggaran tersebut adalah dengan cara melakukan merelaksasi utang atau memperpanjang masa kredit (pinjaman) daerah hingga 2024 atau 2025.

“Kesulitan memang kita, terjadi defisit yang cukup besar, sehingga dengan pertimbangan itu, kita ajukan relaksasi,” katanya.

Lanjut Sekda Bombana, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan DPRD untuk melakukan pembahasan ini, alhasil pihak dewan antusias terkait pesoalan ini.

Ketua DPRD Bombana, Arsyad mengatakan, setelah melihat kondisi daerah yang sedang mengalami defisit anggaran sebesar Rp18 miliar lebih, hal ini menjadi pertimbangan dewan untuk menerima usulan relaksasi itu.

“Jika usulan Pemkab Bombana dibiarkan atau ditolak maka dampak yang bakal terjadi adalah refokusing anggaran secara besar-besaran yang tentunya bakal berdampak pada pelayanan publik,” tutupnya. (din/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.