Baubau Nihil PAD dari Perparkiran

Dewan Taksir Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah

8
Zahari

 

 

BAUBAU- Di tengah pandemi Covid-19 melanda negeri terkhusus Kota Baubau nampaknya menyisakan sejumlah persoalan bagi Pemkot Baubau. Belum tuntasnya penanganan Covid-19, kini Kota pemilik benteng terluas didunia itu justru dihadapkan dengan bocornya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang menjadi penunjang pembangunan di Kota Baubau itu.

Dengan segudang potensi yang dimiliki, Pemkot Baubau harusnya dapat menarik pendapatan dari perparkiran yang terbilang masih dikuasai sejumlah oknum. Padahal, lokasi tersebut merupakan aset Pemkot Baubau yang tidak termanfaatkan dan tertata dengan baik agar dapat mendulang PAD.

Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Baubau, H. Zahari SE menuturkan lumbung PAD khusus kawasan perparkiran disejumlah lokasi di Kota Baubau nampaknya dimanfaatkan sejumlah oknum untuk kepentingan pribadinya. Namun demikian, Pemkot Baubau belum juga melirik hal tersebut untuk kemudian dibuatkan perda sebagai dasar penarikan retribusinya.

“Kita sebenarnya punya banyak lokasi yang berpotensi dapat meningkatkan PAD kita. Baik itu, perparkiran dan gazebo dikawasan Pantai Nirwana, perparkiran disejumlah pasar rakyat kita bahkan lokasi-lokasi tempat hiburan rakyat yang kita miliki saat ini belum memberikan sumbangsi positif dalam menunjang PAD kita,” tuturnya

Kata dia, dari kalkulasi pihaknya potensi pendapatan yang diperoleh dari kawasan perparkiran yang tidak dipungut restribusinya itu mencapai ratusan juta rupiah. Jumlah tersebut terbilang tidak sedikit untuk menunjang pembangunan di Kota Baubau.

“Kita di DPRD Kota Baubau sudah menekankan Pemkot Baubau untuk mengajukan perda terkait retribusi perparkiran di kawasan yang berpotensi dapat menunjang PAD kita. Setidaknya kitq legalkan penarikan retribusi disejumlah lokasi perparkiran yang saat ini masih dikuasai oleh sejumlah oknum untuk mengais pundi-pundi,” tambahnya

Dia menambahkan, dalam menarik restribusi perparkiran tentu Pemkot Baubau harus menyiapkan segala fasilitas pendukung. Selain itu pula, petugas lapangan penarik restribusi harus disiapkan agar perparkiran dapat tertata dengan baik.

“Dari informasi yang kami peroleh, tahun ini sepertinya akan dibangun fasilitas perparkiran dikawasan pasar rakyat. Dimana, dana itu telah siap yang dialokasikan dari dana pinjaman daerah,” jelasnya

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Baubau, Ahmad Monianse menjelaskan PAD sangat berperan penting dalam membiayai pembangunan daerah. Namun ditengah pandemi Covid-19 yang melanda Kota Baubau hingga saat ini justru berdampak pada turunnya pendapatan daerah Kota Baubau.

“Pendapatan asli daerah kita menurun dari Rp 132 miliar tinggal Rp 111 miliar. Tentunya kita saat ini harus jeli mencari sumber-sumber pendapatan baru sebagai penujang PAD kita,” singkatnya. (m2/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.