Enam Mahasiswa Faperta UHO Magang di Balai Karantina Pertanian Kendari

41

 

Dekan Fakultas Pertanian UHO, Prof Marsuki saat melepas mahasiswa Jurusan Proteksi Tanaman Faperta UHO magang ke Balai Karantina Pertanian Kendari. Foto: IST.

 

KENDARI – Sebagai bagian dari implementasi kebijakan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), sebanyak enam mahasiswa Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian, Universitas Halu Oleo (UHO) mengikuti program magang di Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari.

Keenam mahasiswa ini dilepas secara langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian, Prof Dr Ir R. Marsuki Iswandi MSi dan diterima oleh Kepala Balai Karantina Pertanian Kendari, N. Prayatno Ginting di aula Fakultas Pertanian, baru-baru ini.

Kepada media, Prof Marsuki menjelaskan bahwa, program magang merupakan salah satu program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang digaungkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Dimana, tiga semester terakhir mahasiswa diberikan kesempatan untuk belajar diluar program studinya.

“Magang ini, bisa di instansi, di perusahaan maupun di desa. Jadi setiap jurusan mengadakan magang di instansi yang relevan. Kebetulan Proteksi Tanaman instansi yang relevan adalah Balai Karantina Pertanian,” ungkapnya Senin (13/9/2021) di Fakultas Pertanian.

Guru Besar UHO ini menjelaskan, dalam program magang ini perlu penyetaraan dengan mata kuliah disemester dimana mahasiswa berada sehingga setiap jurusan perlu membuat sebuah pedoman untuk penyetaraan.

“Untuk terarahnya program magang ini tetap ada pendampingan. Ada dosen pendamping dan ini berlaku disemua jurusan,” ujar Prof Marsuki.

Sementara itu, Ketua Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian, Asniah SP MSi menambahkan, bahwa program magang ini merupakan kali pertama dilakukan oleh Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian UHO.

“Ini merupakan program kebijakan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi terkait Merdeka Belajar, Kampus Merdeka. Nah, salah satunya itu magang. Sebenarnya programnya itu ada sembilan. Dua program itu sudah dijalankan Jurusan Proteksi Tanaman,” terangnya, Senin (13/9/2021) di Jurusan Proteksi Tanaman.

Program yang sudah dijalankan itu yakni program Pertukaran Mahasiswa dan Program Magang. Untuk pertukaran mahasiswa, lanjut Asniah, sudah berjalan tiga semester. Bahkan, untuk program pertukaran mahasiswa ini, pihaknya mengandeng Asosiasi Proteksi Tanaman se Indonesia.

“Dimana ini diikuti 12 universitas se Indonesia. Jadi mahasiswa Proteksi Tanaman di UHO misalnya semester ini bisa mengambil mata kuliah di beberapa univeristas, kemudian mahasiswa dari universitas diluar juga bisa mengambil mata kuliah Proteksi Tanaman UHO. Program kedua adalah program magang. Jadi magang ke industri dunia kerja atau magang ke instansi pemerintah. Nah, karena di Kendari instansi pemerintah yang sangat dekat dengan Jurusan Proteksi Tanaman adalah Karantina Pertanian maka kami dari jurusan mengirimkan mahasiswa magang kesana,” beber Asniah.

Lebih jauh, ia menuturkan bahwa mahasiswa Proteksi Tanaman antusias mengikuti program magang yang akan berlangsung selama satu semester ini. Pasalnya, untuk bisa mengikuti program-program tersebut, pihak jurusan memiliki kriteria tersendiri. Diantaranya, mahasiswa yang bisa mengikuti magang ini minimal semester lima keatas dan memiliki IPK minimal 3,0.

“Magangnya selama satu semester dengan mengikuti semua kegiatan yang dilakukan Karantina. Namun, kegiatan tersebut kami jurusan sudah mengsinkronkan dengan mata kuliah apa saja yang sedang di programkan di semester ini. Jadi mereka tidak mengikuti kuliah di ruangan mereka melakukannya di lapangan langsung,” tambah Asniah.

Sementara, saat dikonfirmasi, Kepala Balai Karantina Pertanian Kendari, N. Prayatno Ginting mengungkapkan bahwa pihaknya menyambut baik kehadiran mahasiswa Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian UHO magang di kantornya.

“Kami menyambut baik kehadiran mahasiswa proteksi tanaman UHO magang di kantor kami. Tantangan pertanian kita kedepan adalah kurangnya minat generasi muda di dunia pertanian. Dengan magang ini kita harapkan mahasiswa bisa melihat betapa hebatnya jadi petani seperti yang disampaikan oleh pak Menteri Pertanian,” ungkap Kepala Balai.

Nantinya, lanjut Kepala Balai, pihaknya bakal memperkenalkan aplikasi IMace (Indonesi Maps of agriculture comodities ekspor) yang sudah dilaunching oleh Presiden Jokowi beberapa waktu lalu kepada mahasiswa magang Proteksi Tanaman.

“Mudah-mudahan mereka punya semangat untuk menjadi petani milenial, yang berorientasi untuk menjadi eksportir muda komoditas pertanian Sultra,” tutup Kepala Balai.

Dilansir dari kemdikbud.go.id, Kampus Merdeka merupakan bagian dari kebijakan merdeka belajar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia yang memberikan kesempaatan bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan sesuai bakat dan minat dengan terjun langsung ke dunia kerja sebagai persiapan karier masa depan. (r6/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.