Kendari Berhasil Keluar dari Zona Merah Covid-19

58

KENDARI — MERUJUK pada peta penyebaran pasien Covid-19 di Kota Kendari yang disampaikan tim satgas co- vid-19 kota kendari. Kendari ada dalam Zona hijau dan zona oranye atau wilayah dengan risiko sedang penularan virus Corona. Data corona Satgas Covid-19 Kota Kendari menunjukkan adanya penurunan kasus sejak pertenga- han Juli 2021 lalu, pasca lonjakan Covid-19 usai libur lebaran yang berlangsung pada pertengahan Mei 2021.

 

Jubir Satgas Covid 19 Kota Kendari , dr Algazali mengatakan, setelah mencapai puncaknya pada awal Agustus kasus pasien positif covid-19 perlahan turun. hingga kini penambahan kasus harian ada di kisaran 2 kasus. Teranyar, Kota Kendari mencatatkan penambahan 2 kasus pada senin kemarin. Dirinya pun tak ingin masyara- kat kemudian euforia karena pandemic covid-19 belum berakhir, dan tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Sebab, bukan tidak mungkin jika masyarakat abai terhadap protokol kesehatan, Covid-19 di Kendari kembali melonjak.

 

“Masyarakat tidak boleh eu- phoria yang berlebihan, jangansampai protokol kesehatan tera- baikan kemu- dian bisa men- imbulkan atau meningkatkan yang terkonfirmasi seperti yang terjadi pada saat yang lalu ,” ucapnya

 

Menurutnya, vaksinasi adalah cara atau salah satu cara yang dilakukan oleh pemerintah untuk memban- tu masyarakat, dimana vaksi- nasinya akan meningkatkan antibodi masyarakat sehingga apabila terpapar, efeknya tidak mungkin sama-sama dengan yang tidak melakukan vaksinasi sama sekali Untuk itu, protokol kesehatan, seperti memakai masker dan men- jaga jarak, tetap perlu diterapkan untuk menjaga tren penurunan kasus dan membuat keadaan jadi lebih baik.

“ Mari kita sama-sama berikhtiar semoga pandemi covid ini segera berlalu dan mari juga kita masuk jelaskan program pemerintah dengan vaksinasi . Yang belum melakukan vak sinasi tidak usah mendengarkan informasi Hoax yang tidak bertanggung jawab bisa menyebabkan kita untuk tidak melakukan vaksinasi. Mari kita sama-sama tetap disiplin melakukan protokol kesehatan di mana disiplin menggunakan masker tentunya menjaga jarak dan sering mencuci tangan dengan air dan sabun.

Kemudian jika keluar namun tidak ada sabun dan air mengalir sebaiknya membawa hand sanitizer untuk menjaga kebersihan dan higienis tangan kita,”pungkasnya

Sementara itu ditempat terpisah, Walikota Kendari H. Sulkarnain Kadir menjelaskan bahwa perpan- jangan PPKM di Kota Kendari saat ini mengikut pada pemerintah pusat, namun dirinya mengaku, indikator dalam penanganan CO- VID-19 saat ini terjadi penurunan yang signifikan.

“Salah satunya bahwa tidak ada satu lagi kelurahan di kota kendari yang masuk zona merah, zona orange pun tinggal satu kelurahan dari 65 kelurahan dan zona kuning tinggal 13 kelurahan dan sisanya lebih banyak zona hijau,” jelas Sulkarnain Kadir. Dirinya juga mengatakan bahwa PPKM yang dilaksanakan itu memberikan dampak positif yang didukung oleh masyarakat dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan yang mesti dipertahankan. Untuk itu orang nomor satu di Kota Kendari menuturkan, terkait pemerintah pusat yang belum menurunkan status PPKM di Kota Kendari tidak menjadi masalah, sebab menurutnya hal itu menjadi bagian dalam upaya menjaga masyarakat.

“Tetapi yang paling tahu kondisi di daerah adalah kita, yang paling tahu bagaimana kita harus bersikap menghadapi situasi ini adalah kita di daerah, sehingga penanganan COVID-19 dalam waktu dekat se makin baik,” tutupnya. (p2)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.