Kepala Basarnas Sulsel Dijadwalkan Beri Pelatihan Anggota Relawan Akhirat Indonesia

31
Kepala Basarnas Sulsel, DR. Djunaidi S.Sos, MM. 

 

MAKASSAR – Kepala Kantor Basarnas Sulsel, DR. Djunaidi S.Sos, MM dijadwalkan akan memberikan materi SAR kepada sejumlah anggota Relawan Akhirat Indonesia (RAI).

Materi SAR tersebut merupakan salah satu agenda Musyawarah Nasional (Munas) Relawan Akhirat Indonesia (RAI) yang akan dilaksanakan di Malino, Kabupaten Gowa 1-3 Oktober mendatang.

Wakil Ketua Panitia Munas RAI, Abu Bakar menyampaikan bahwa DR Djunaidi telah dikonfirmasi dan menyatakan bersedia hadir pada Munas pertama RAI tersebut.

“Di tengah kesibukannya, Alhamdulillah beliau bersedia hadir di Munas RAI,” ujarnya, Kamis (23/9/2021), seperti dikutip dari RAI jurnal.com.

Pria yang akrab disapa Cupex ini menambahkan, untuk tetap mematuhi protokol kesehatan, Munas RAI akan digelar secara hybrid.

Berita terkait

“Hybrid meeting mengimplementasikan penerapan protokol kesehatan yang ketat namun kebutuhan meeting, presentasi dan kolaborasi dapat terus dilakukan. Dengan teknologi ini, para peserta tak perlu lagi berkerumun,” katanya.

Sekadar Diketahui, Munas RAI ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan sejak berdiri pada tahun 2019.

Yayasan Relawan Akhirat Indonesia ini didirikan oleh 7 founder, H. Abdul Halik, SE.,MM, Ir, Muh. Ridwan, Abd. Rauf BC, Ir. Yulianah, Hj. Hasni Amin, Rina Astrianty, dan Asriana Mulyawati.

Sementara Ketua Relawan Akhirat Indonesia, H. Abdul Halik, SE, MM menyampaikan bahwa Relawan Akhirat Indonesia adalah sebuah upaya rasional dalam interaksinya dengan diri dan lingkungan sosialnya dengan mengambil peran strategis sebagai bagian dari pemenuhan harapan agar mampu mencerahkan, mencerdaskan dan memajukan masyarakat pra sejahtera.

“Pada derajat tertentu kemanfaatan lebih dominan dan fokus kepada kehidupan sosial Panti Asuhan dan Pondok Penghafal Al Qur’an. Untuk menjaga dan memelihara nilai nilai mulia tersebut, maka sebagai sebuah organisasi, Relawan Akhirat Indonesia perlu melakukan penguatan organisasi, pengembangan kapasitas organisasi dan pembenahan manajemen organisasi demi mewujudkan cita cita dan tujuan Relawan Akhirat Indonesia,” kata dia. (raijurnal) 

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.