Koltim Layak Bentuk Polres

88

 

Suasana pertemuan Tim Srena Mabes Polri dengan Pemda Koltim. Foto: Iwal/Rakyat Sultra.

 

TIRAWUTA – Tim Srena Mabes Polri, bersama Polres Kolaka, menyambangi Kabupaten Kolaka Timur (Koltim), dalam rangka studi kelayakan pembentukan Polres Koltim, Selasa (21/9/2021).

Rombongan lalu menyambangi Bupati Koltim, Andi Merya Nur, di ruang kerjanya. Selanjutnya diadakan pertemuan di Polsek Raterate, menghadirkan Sekda, para asisten hingga staf ahli Pemkab.

Dalam pertemuan ini, bupati menyampaikan bahwa Pemkab Koltim telah menghibahkan tanah seluas lima hektare untuk pembangunan Polres Koltim di Desa Lara, Kecamatan Tirawuta.

“Tiga hektare sudah dihibahkan, sementara dua sisanya sudah masuk dalam anggaran. Kami akan selalu bersinergi dengan kepolisian, semoga daerah ini layak dibangun Polres Koltim,” harap bupati.

Sementara itu, Kapolres Kolaka, AKBP Saiful Mustofa, S.I.K., M.Si, menjelaskan bahwa hibah tersebut rencananya akan dibagi, tiga hektar untuk pembangunan Mako Polres, dua hektare sisanya untuk asrama dan perumahan.

Terkait kelayakan, Karolemtara Srena Mabes Polri, Brigjen Pol. Drs. Budi Yuwono, M.H. menjelaskan, Koltim masuk dalam prioritas untuk pembuatan Polres, bersama dengan Buton Tengah.

“Pertama saya ucapkan banyak terima kasih kepada Pemkab atas hibahnya. Koltim ini dari segi jumlah penduduk, sudah sangat layak terbentuk Polres, apalagi sudah terbentuk enam polsek,” ujarnya.

Diatas kertas, kata Budi Yuwono, harapan bupati dan masyarakat bakal terealisasi. Pihaknya selanjutnya tinggal mengusulkan lalu dilakukan pembahasan sekira bulan November mendatang di Mabes Polri, untuk pembangunan Polres Koltim.

“Berdasarkan pengalaman di daerah lain, setelah melalui serangkaian prosedur yang ada, ini bisa terbangun tuntas Polres Koltim sekira tahun 2023 atau 2024,” ucapnya.

Dijelaskannya, Polres Koltim ini nantinya memiliki manfaat banyak untuk daerah. Pertama, memudahkan pelayanan masyarakat untuk mengurus berbagai dokumen, seperti Surat Izin Mengemudi (SIM), dan lain-lain.

Kedua, dari segi perekonomian pasti membawa manfaat tersendiri kepada masyarakat, karena logistik dan kebutuhan para personil tentu berasal dari daerah Koltim sendiri.

“Masyarakat tidak perlu mengurus ke Kolaka lagi, karena sudah ada di Koltim. Dari segi jarak, biaya juga lebih murah. Adanya satu kesatuan kepolisian, tentu biaya pelayanan akan lebih efisien. Ini akan otomatis membangun daerah,” tutupnya. (p1/b/aji)

Komentar Pembaca
Baca Juga !
.